Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Pengertian, Konsekuensi dan Keterampilan di Era VUCA

Pengertian, Konsekuensi dan Keterampilan di Era VUCA


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 25, 2019

 
Sebelum ini, apakah pembaca Career Advice pernah mendengar tentang VUCA? Yap! istilah ini sudah mulai digunakan semenjak era sembilan puluhan. VUCA adalah singkatan dari volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity.
 
Mari kita uraikan satu per satu ya, volatility atau volatilitas dapat diartikan sebagai suatu hal yang mudah menguap, berubah dan meledak. Nah, volatilitas ini bisa dilihat dari pandangan ekonomi, yang berarti lingkungan bisnis yang mudah berubah-ubah dengan cepat atau labil, dan ini terjadi dalam skala yang besar.
 
Arti uncertainty pada situasi VUCA, sama seperti artinya dalam Bahasa Inggris yaitu, tidak pasti atau ketidakpastian. Ini menggambarkan situasi dimana orang-orang akan sulit memprediksi sebuah keakuratan yang akan terjadi di masa depan. 
 
Dalam Bahasa Indonesia, kata Complexity memiliki arti kompleksitas, yang mana ini menggambarkan situasi yang semakin rumit karena tantangan-tantangan yang hadir merupakan perwujudan dari banyak faktor yang saling terkait satu sama lain. 
 
Lalu, apa pengertian dari ambiguity? ini memiliki arti tidak ada kejelasan dari asal-usul sebuah kejadian. 
 
Yap! dari keempat definisi di atas mengenai VUCA, kita dapat melihat bahwa VUCA menggambarkan sesuatu yang penuh dengan ketidakjelasan, tidak berarah, situasi yang cenderung berubah-ubah dengan sangat cepat yang berasal dari sebab dan akibat yang tidak jelas, yang mana situasi ini sangat ironis. 
 
Istilah 'VUCA' berasal dari militer, tetapi istilah ini mulai menjadi lebih relevan untuk bisnis dan masyarakat yang lebih luas ketika kita sampai pada kehidupan yang seperti sekarang, yang mana kehidupan seperti badai ketidakjelasan yang menyerang semua kalangan masyarakat, terutama dalam bisnis. 
 
Volatilitas (situasi yang berubah dengan cepat atau labil), ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas adalah kenyataan yang terjadi sekarang dan akan terus berlangsung sampai ke masa depan. Mau tidak mau, Anda, saya, dia, mereka dan kita semua perlu memaksakan diri untuk beradaptasi pada situasi yang sangat tidak menyenangkan dan tidak nyaman ini. 
 
Setelah kita mengetahui arti dari VUCA, sekarang mari kita bandingkan dengan situasi yang terjadi di zaman dahulu sebelum segalanya berubah menjadi sebuah ketidakjelasan. Lawan dari VUCA adalah stability (stabilitas), certainty (kepastian), simplicity (kesederhanaan) dan clarity (kejelasan). Keempat poin tersebut benar-benar kebalikkan dari VUCA, yang mana sangat menggambarkan situasi yang sangat nyaman, dimana VUCA penuh dengan ketidaknyamanan. 
 
Dari situasi VUCA ini, maka ada dua konsekuensi, yaitu:
1. Pada situasi ini, pemikiran strategis menjadi suatu keharusan. Kita didorong untuk membuat lebih banyak keputusan. Menurut definisi, strategi adalah tentang mengevaluasi opsi dan membuat pilihan. Dimana kita harus mempertimbangkan pertukaran ide, keberhasilan yang cepat, prioritas absolut, kerugian yang dapat diterima, dan aspek lainnya. Kami tidak dapat membuat keputusan ini tanpa benar-benar menyadari konteks dimana kami bertindak. Seorang pemain catur yang baik tidak hanya fokus pada raja lawan, tetapi terus-menerus menganalisis semua bagian lainnya untuk menyesuaikan strateginya.
 
Peringatan: menjadi sadar akan konteks dan situasi VUCA, bukan berarti mengubah strategi secara terus-menerus. Tetapi, ini menandakan bahwa kita harus mengakui keterkaitan strategi yang perlu ditinjau lagi dan lagi. Selain itu, penyesuaian strategi cenderung memicu modifikasi rencana, ini memiliki keunggulan untuk membuat keseluruhan sistem menjadi lebih cepat. 
 
2. Kepemimpinan menjadi sangat penting, yang maksudnya adalah keahlian seorang pemimpin perlu berkembang. Dikarenakan ketidakpastian yang merajalela, ini juga berdampak pada para pemuda yang mengalami stres dan keraguan terhadap perubahan zaman yang terlalu cepat. Itulah mengapa kecakapan seorang pemimpin sangat diperlukan untuk mematahkan pola dengan mengambil posisi bijaksana dan mengartikulasikan strategi yang diberikan.
 
Dengan situasi yang cenderung berubah-ubah ini, para pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengeluarkan potensi semua orang dengan menanamkan dan mendorong mereka untuk dapat beradaptasi dengan situasi VUCA yang sangat membingungkan. Sebagai contoh, pimpinan berusaha mengurangi kecemasan karyawan dalam menghadapi perubahan dengan membuktikan bahwa tantangan dapat menjadi sebuah peluang yang akan menjadi pemacu penting bagi kinerja dan keunggulan kompetitif.
 
Selain tantangan serta bahaya, dunia VUCA juga memiliki peluang. Untuk mendapatkan peluang ini, para pemimpin harus melakukan lebih dari sekadar menanggapi sebuah peristiwa, meskipun mereka juga harus meresponnya. Tidak hanya itu, pemimpin harus menjadi agen perubahan positif di tengah-tengah kekacauan, menciptakan masa depan yang cerah, karena beberapa hal dapat menjadi lebih baik, bahkan ketika hal-hal lain menjadi lebih buruk.
 
Untuk membuat masa depan yang lebih baik, para pemimpin harus mencari pengalaman dan peluang untuk belajar dan menerapkan 10 keterampilan baru, yaitu sebagai berikut:
 
1. Insting yang kuat. Maksudnya adalah kemampuan untuk mengeksploitasi dorongan batin untuk membangun dan menumbuhkan hal-hal, serta terhubung dengan orang lain.

2. Kejelasan. Kemampuan untuk melihat melalui kekacauan dan kontradiksi untuk masa depan yang belum bisa dilihat orang lain.

3. Mengubah situasi yang dilema. Kemampuan untuk mengubah situasi yang penuh dengan dilema, seperti masalah yang tidak seperti masalah, masalah yang tidak dapat diselesaikan.
 
4. Kemampuan belajar yang mendalam. Kemampuan untuk membenamkan diri dalam lingkungan yang tidak dikenal dan belajar lebih dalam dari sumber utama.

5. Bio-empati. Kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang alam, untuk memahami, menghormati dan belajar dari pola-pola alam.
 
6. Depolarisasi konstruktif. Kemampuan untuk menenangkan situasi yang menegangkan dimana komunikasi telah terpecah, dan membawa orang-orang dari budaya yang berbeda menuju keterlibatan yang konstruktif.
 
7. Transparansi. Kemampuan untuk bersikap terbuka dan otentik tentang nilai-nilai apa yang penting.

8. Prototipe yang cepat. Kemampuan untuk membuat inovasi yang cepat, dengan harapan bahwa keberhasilan di kemudian hari akan membutuhkan kegagalan awal.

9. Pengorganisasian mob cerdas. Kemampuan untuk membuat, terlibat dengan, dan memelihara bisnis atau jaringan perubahan sosial yang disengaja melalui penggunaan media elektronik yang cerdas atau lainnya.
 
10. Penciptaan bersama. Kemampuan untuk menanam, memelihara, dan menumbuhkan aset bersama yang dapat menguntungkan orang lain.
Featured Career Advices
5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri