Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Negosiasi, Ciri-Ciri Negosiasi dan Contoh Negosiasi

Negosiasi, Ciri-Ciri Negosiasi dan Contoh Negosiasi


STUDILMU Users
by STUDiLMU Editor

Pengertian Negosiasi

Ketika kita mendengar kata negosiasi, mungkin sebagian besar dari kita langsung berpikir tentang negosiasi saat berbisnis dengan klien atau negosiasi saat menentukan jumlah gaji yang akan kita dapat selama sesi wawancara berlangsung. Eits, nyatanya kegiatan tawar-menawar atau negosiasi tidak sebatas negosiasi bisnis atau negosiasi gaji semata loh rekan-rekan, karena ada begitu banyak jenis-jenis negosiasi yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kira-kira bagaimana pengertian negosiasi? Negosiasi adalah suatu metode yang digunakan oleh banyak orang untuk mencari jalan tengah atau menyelesaikan perbedaan yang terjadi antar individu atau kelompok. Ketika kita menjalani proses negosiasi artinya kita menggunakan diskusi atau kompromi dengan cara yang baik dan profesional agar kesepakatan dapat tercipta di antara pihak-pihak yang berkaitan. Pada dasarnya, negosiasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan menghindari argumen, debat atau perselisihan yang terjadi secara berkelanjutan tanpa menghasilkan output yang bermanfaat.
  
Setiap manusia memang memiliki kecenderungan untuk mengejar segala sesuatu yang menurutnya terbaik bagi dirinya, terutama untuk meraih tujuan atau posisi yang aman bagi kehidupannya. Sehingga, wajar saja jika kebanyakan dari kita akan menyampaikan banyak argumen sebanyak mungkin ketika sedang bernegosiasi dengan orang lain. Selain itu, banyak dari kita yang juga melakukan negosiasi lintas budaya, serta lintas negara. Oleh karena itu, tidak jarang para pebisnis yang bernegosiasi dengan para pengusaha dari luar negeri untuk mendapatkan kesepakatan bisnis yang menguntungkan.  
 
Dalam melakukan kegiatan negosiasi, kaidah negosiasi yang perlu kita pegang secara teguh adalah mencari keuntungan bersama dan mempertahankan hubungan yang baik antar sesama. Proses negosiasi yang menerapkan kaidah seperti ini nantinya akan mengantarkan kita semua dalam mencapai kunci kesuksesan dan tentunya mencapai tujuan negosiasi yang kita inginkan.
 
Nah, jika rekan-rekan pembaca tertarik untuk menjadi seorang negosiator yang hebat, maka rekan pembaca perlu memahami dan menerapkan struktur negosiasi yang jelas. Beberapa struktur negosiasi yang harus, kudu dan wajib rekan-rekan pembaca ketahui diantaranya adalah pembukaan negosiasi, menyatakan permintaan, pemenuhan, penawaran dan persetujuan yang ditandai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak.  
 
Untuk mengenal negosiasi secara lebih jauh, kita perlu mengetahui apa saja yang menjadi ciri-ciri negosiasi. Menurut website situational communication dot com, ada 10 ciri-ciri negosiasi yang bisa membantu kita dalam mendapatkan hasil negosiasi yang diinginkan. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 

Seperti Apa Ciri-Ciri Negosiasi yang Dapat Membawa Kita pada Kesuksesan?

 

1. Sebisa Mungkin Berikan Sedikit Peluang bagi Pihak Lain.

Kami yakin bahwa hampir semua negosiator yang hebat memahami hal ini dengan sangat baik. Salah satu ciri yang paling utama dari negosiasi yang sukses adalah meninggalkan sedikit peluang bagi pihak lain. Ya, kami tahu bahwa kaidah negosiasi adalah mencapai kebaikan dan keuntungan bersama. 
 
Namun, rekan-rekan Career Advice juga perlu tahu bahwa negosiasi adalah proses yang sangat dinamis, sehingga semua pihak yang terlibat dalam negosiasi harus bersiap-siap untuk menghadapi perubahan penawaran atau permintaan yang bisa saja diajukan pihak lain secara tiba-tiba, terutama sebelum persetujuan terbentuk. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum memulai proses negosiasi, kita perlu memikirkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut: 
- Dengan siapa saya akan bernegosiasi?
- Apa tujuan saya bernegosiasi?
- Dimana tempat atau lokasi yang tepat untuk saya bernegosiasi? 
- Bagaimana kerangka waktu yang saya perlukan dalam bernegosiasi dengan pihak lain?
- Apa saja yang menjadi kebutuhan pihak lain dan apa masalah yang mereka miliki?  
- Apa yang menjadi fokus saya dalam bernegosiasi? (Misalnya, penilaian, perbandingan harga, dan lain-lain). 
- Apa yang menjadi prioritas atau tujuan saya dalam bernegosiasi?
 
Jadi sebelum memulai proses negosiasi, jangan lupa tanyakan beberapa pertanyaan di atas pada diri sendiri atau anggota tim kita ya, rekan-rekan.
 

2. Dengarkan, Dengarkan dan Dengarkan. 

Ciri kedua dari negosiasi yang baik dan sukses adalah mau mendengarkan pihak lain dengan lebih baik, bukannya sibuk berbicara dan tawar-menawar tanpa mengetahui serta memahami apa yang menjadi prioritas bagi orang lain. Dengarkan pihak lain dengan lebih baik dan lebih seksama. Kumpulkan data, informasi dan penjelasan sebanyak-banyaknya tentang apa yang menjadi kebutuhan, prioritas dan tujuan mereka dalam bernegosiasi dengan kita. Jika kita sudah memahami kerangka referensi yang dimiliki mitra negosiasi kita dengan sangat baik, maka kita akan lebih mudah untuk mengajukan penawaran dan permintaan yang pas dengan kondisi dua belah pihak. 
 

3. Sabar, Gigih dan Kreatif dalam Mencari Solusi. 

Seperti yang sudah kami sampaikan di awal artikel ini bahwa negosiasi hadir untuk mencari jalan tengah pada setiap perbedaan yang terjadi antara individu atau kelompok. Oleh karena itu, ciri ketiga dalam negosiasi yang sukses adalah tetap bersikap sabar dan gigih, namun tetap mencari solusi dengan sekreatif mungkin. Bersabarlah karena kita akan menghadapi segala kemungkinan yang mungkin tidak bisa dihindari. Tetaplah bersikap gigih untuk mencari kesepakatan dan keuntungan bersama, dan untuk meraih tujuan negosiasi yang diharapkan bersama, kita perlu berpikir secara kreatif untuk menghasilkan ide-ide yang baru. 
 
Hal ini seperti yang disampaikan oleh seorang ahli bernama Chester L. Karrass, “selama proses negosiasi berlangsung, tetaplah bersikap sabar. Maknanya, kita tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan karena pihak lain sedang mencari resolusi yang terbaik juga”. 
 

4. Tunjukkan Sikap Empati yang Baik dan Tulus. 

Empati adalah suatu sikap yang berupaya untuk menyadari, mengetahui dan memahami dengan perasaan yang peka terhadap perasaan, pengalaman, ketertarikan, minat, kesedihan atau sesuatu yang menjadi posisi rekan atau pihak lain. Singkatnya, ketika kita bernegosiasi dengan orang lain, kita perlu menunjukkan rasa empati yang mana kita juga memiliki atau memahami tujuan serta prioritas yang mereka harapkan dari proses negosiasi tersebut. Para negosiator hebat akan sangat memahami bahwa sikap empati akan membawa mereka pada keputusan yang sama-sama menguntungkan (win-win decision). 
 

5. Tidak Mudah Terpancing Emosi.  

Ciri lain yang dapat membawa kita pada kesuksesan negosiasi adalah tidak mudah terpancing emosi. Kebutuhan, prioritas atau tujuan yang berbeda akan sangat mudah menimbulkan konflik dan debat yang tiada henti antara pihak-pihak yang terlibat. 
 
Namun, para negosiator diminta untuk tetap bersabar dan menahan emosi mereka, terutama ketika solusi seakan tidak bisa ditemukan. Dengan bersikap tenang dan tidak emosional, kita akan berpikir secara jernih. Hasilnya, semua pihak bisa bersama-sama mencari jalan keluar yang terbaik dalam negosiasi. 
 

6. Peka dan Memahami Isyarat Nonverbal dengan Sangat Baik.

Keenam, para negosiator harus peka dengan isyarat nonverbal yang diberikan oleh pihak lain. Dengan menerapkan ciri negosiasi ini, maka kita akan lebih mudah untuk membaca preferensi atau prioritas yang dimiliki mitra negosiasi kita. Perlu diingat bahwa isyarat nonverbal merupakan sesuatu yang mudah untuk kita tangkap dan pahami, terutama jika kita mau memahaminya dengan teliti. 
 

7. Mencari Solusi Permasalahan yang Kreatif dan Inovatif.

Ciri ketujuh ini juga akan membantu proses negosiasi yang sukses. Kita semua tahu bahwa negosiasi adalah suatu proses yang sangat kompetitif dimana setiap pihak pasti menyampaikan keinginan mereka masing-masing. Tidak hanya itu, mereka ingin preferensi mereka dapat terwujud atau diwujudkan oleh pihak lain. Oleh karena itu, mencari solusi permasalahan yang kreatif dan inovatif sangat diperlukan dalam hal ini. 
 

8. Memberikan Penawaran yang Fleksibel bagi Semua Pihak yang Terlibat.

Dalam kegiatan bernegosiasi, kita akan menghadapi berbagai solusi atau penawaran yang “paling dapat diterima” hingga “paling tidak dapat diterima” oleh satu atau beberapa pihak yang terlibat. Di sini, penting untuk kita catat bahwa setiap solusi atau penawaran yang diajukan harus bersifat fleksibel bagi semua pihak yang terlibat. Dengan begitu, proses negosiasi akan lebih mudah dalam mencapai kesuksesan. 
 

9. Jangan Lupa untuk Menjadikan Kesalahan sebagai Pembelajaran. 

Tidak peduli sehebat apapun kita sebagai negosiator, pastinya kita pernah membuat atau menerapkan keputusan, taktik atau strategi yang salah dalam bernegosiasi. Tidak masalah, karena semua orang PASTI pernah melakukan kesalahan. Namun, salah satu ciri dari negosiasi yang sukses adalah selalu menjadikan kesalahan di masa lalu sebagai pembelajaran dan pengalaman yang terbaik untuk kedepannya. 
 

10. Membina dan Merekatkan Hubungan yang Baik dengan Semua Pihak.

Ini merupakan ciri terakhir yang tidak kalah ampuh untuk menciptakan hasil negosiasi yang win-win solution. Proses negosiasi akan lebih mudah dijalankan ketika kita memiliki hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat. Dengan begitu, mereka dapat memahami apa yang kita butuhkan serta inginkan, begitu juga sebaliknya. Ketika kita bernegosiasi tanpa berlandaskan perasaan yang egois, maka kita akan menciptakan hasil negosiasi yang menguntungkan bagi semua pihak. Tentunya, dengan situasi yang aman dan terkendali.  
 

Apa Contoh Negosiasi yang Konkret?

Kita tahu bahwa negosiasi adalah kegiatan yang sangat melekat pada kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu, banyak sekali contoh negosiasi yang dapat kita temukan. Berikut ini adalah salah satu contoh negosiasi yang dapat kita pahami dan pelajari. Tentunya, ada nilai pembelajaran yang bisa rekan-rekan pembaca dapatkan dari contoh negosiasi di bawah ini.  
 

Negosiasi antara Penerbit Buku di Amerika Serikat dan Apple

Tepatnya pada 12 April 2012, Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau The United States Department of Justice (DOJ) telah menuntut Apple dan lima penerbit utama di Amerika Serikat, karena diduga telah melakukan kolusi untuk menaikkan harga ebooks. Dalam kasus ini, tiga penerbit telah menyelesaikan gugatannya, namun dua penerbit lainnya tidak mau menerima.
 
Pada Januari 2010, para penerbit telah menegosiasikan model bisnis baru untuk penetapan harga ebook dengan Apple, terutama pada saat Apple akan meluncurkan iPad yaitu, dengan imbalan komisi penjualan 30% dan Apple akan membiarkan penerbit untuk menetapkan harga mereka sendiri pada ebooks. 
 
Menurut penerbit, model bisnis baru ini akan meningkatkan harga grosir dari karya mereka dengan Amazon. Sayangnya, Amazon menolak dan tetap menerapkan harga nett sejumlah $ 9.99 untuk ebook dalam model Apple. 
 
Dalam kasus ini, kita bisa mengambil pesan bahwa seringkali para negosiator terlupa atau mengabaikan hal-hal penting yang menyangkut dengan konsumen. Maksudnya, Apple dan penerbit tidak menganalisis secara menyeluruh tentang apakah perjanjian atau proses negosiasi mereka telah memikirkan konsumen atau telah menciptakan nilai-nilai penting bagi konsumen. Maknanya, negosiator kadang-kadang sering mengabaikan pengaruh kesepakatan mereka terhadap pihak-pihak eksternal yang secara tidak langsung juga akan mendapatkan dampak dari hasil negosiasi tersebut.
 
Nah, sekarang rekan-rekan Career Advice sudah tahu kan bagaimana ciri-ciri dan contoh negosiasi yang lebih baik?
 

Lalu, Apa Saja Manfaat Negosiasi? 

Setelah menyimak pengertian negosiasi, ciri-ciri negosiasi dan contoh negosiasi, lantas apakah rekan-rekan Career Advice bisa menebak apa saja yang menjadi manfaat negosiasi? Berikut ini adalah manfaat atau keuntungan yang bisa kita dapatkan dalam menerapkan kegiatan negosiasi. 
- Kita bisa mendapatkan pengembangan diri menjadi lebih profesional dan memperoleh peningkatan karier yang lebih baik. 
- Kita dapat menyelesaikan permasalahan atau konflik dengan cara yang lebih baik.  
- Kita menjadi individu yang lebih proaktif.
- Kita dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain, terutama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kita. 
- Kita dapat berkomunikasi dengan lebih fasih, sehingga kita bisa mengetahui dan memahami perspektif, serta kebutuhan orang lain secara lebih luas. 
- Kemampuan kita dalam membujuk atau mempengaruhi orang lain akan semakin meningkat.  
 
Setelah membaca artikel ini, apakah rekan-rekan pembaca sudah siap untuk bernegosiasi? Jika sudah siap, jangan lupa untuk melakukan persiapan dengan sangat matang ya, rekan-rekan. Seperti yang disampaikan oleh seorang ahli bernama William Ury bahwa “Semakin siap individu dalam bernegosiasi, maka semakin mudah dirinya untuk berimprovisasi”. Selamat berjuang dalam meraih kesuksesan negosiasi ya, rekan-rekan Career Advice.