Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 12, 2019

Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Kecerdasan emosional juga membantu mengenali lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar kita. Kecerdasan emosional memiliki peranan penting dalam perjalanan dan kesuksesan karier. 
 
Nah, mengapa kita memerlukan kecerdasan emosional dalam pekerjaan? Kira-kira, dalam hal apa saja kita perlu menggunakan kecerdasan emosional agar dapat mencapai kesuksesan yang dituju? Pada artikel ini, kita akan membahas 9 alasan pentingnya memiliki kecerdasan emosional dalam pekerjaan. 

1. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk memimpin. 
Rekan pembaca, jika Anda adalah CEO, manajer, ataupun pemimpin tim, kecerdasan emosional adalah hal yang harus dimiliki dan ditunjukkan setiap harinya. Sebagai pemimpin, kita mungkin tidak akan berinteraksi langsung dengan semua orang setiap harinya. Namun, jika ingin memiliki tim yang mau memberikan kontribusi lebih, kita harus menjadi contoh nyata. Nah, dengan kecerdasan emosional ini memampukan kita dapat memimpin tim dengan memberikan contoh nyata. 
 
Kecerdasan emosional juga membantu pemimpin menyadari rantai komando yang ada didalam organisasi. Sekalipun merasa memiliki hak untuk meminta bawahan menyelesaikan tugasnya, kita tidak boleh melangkahi pemimpin tim yang ada. Jika melangkahi rantai komando yang berlaku didalam organisasi, pemimpin tim akan merasa bahwa ia tidak penting dan tidak dihargai. Ini juga dapat membuat pemimpin tim menjadi stres.
 
Selain itu, kecerdasan emosional juga menyadari bagaimana seorang pemimpin harus bersikap dalam satu kondisi. Kecerdasan emosional juga membantu kita memiliki kesadaran diri yang tinggi dalam memimpin. Dengan begitu, kita tidak akan melukai pemimpin atau bahkan anggota tim lainnya.
 
2. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk memimpin rapat.
Saat menjadi pemimpin rapat, kita harus memiliki pandangan yang jeli dan menyeluruh. Kita juga harus mampu membaca bahasa tubuh seluruh peserta rapat dan menemukan cara untuk mendapatkan perhatian mereka. Itulah sebabnya kita membutuhkan kecerdasan emosional saat memimpin rapat
 
Kecerdasan emosional membuat kita tetap fokus dengan tujuan pertemuan dan memastikan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk membagikan ide atau pendapat yang dimiliki, terutama bagi para peserta yang memiliki sifat introvert. Kecerdasan emosional juga menjauhkan kita dari sikap dominan dan otoriter.

3. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk mengikuti rapat.
Tidak hanya pemimpin rapat yang membutuhkan kecerdasan emosional, kecerdasan emosional juga harus dimiliki oleh peserta rapat. Jika memiliki kecerdasan emosional, kita akan mampu mengambil bagian dalam rapat. Kita akan mampu mendengarkan dan menyampaikan pendapat pribadi. 
 
Tentu saja, sebagai peserta, kita harus memberikan kontribusi. Itulah sebabnya pertemuan tersebut diselenggarakan. Orang yang tidak memiliki kecerdasan emosional hanya akan duduk diam dan tidak memberikan kontribusi apapun. Ini tidak menutup kemungkinan juga bahwa ia hanya akan mengganggu jalannya rapat.
 
4. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk membahas penilaian kinerja.
Jika memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, kita akan mampu melihat diri sendiri secara utuh. Kita mampu mengenali dan memahami diri dengan baik. Inilah yang membuat kita terbuka terhadap setiap masukan yang membangun dan mengabaikan setiap kritikan atau komentar negatif yang menjatuhkan.
 
Dalam membahas penilaian kinerja, kecerdasan emosional merupakan faktor penentu bagaimana kita akan merespon dan bereaksi terhadap penilaian yang diberikan. Kecerdasan emosional juga membuat kita tetap tenang dan mampu mengendalikan diri sekalipun merasa tidak puas dengan hasil yang disampaikan.
 
5. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk menerima umpan balik.
Kecerdasan emosional juga dibutuhkan untuk menerima umpan balik. Kita tidak dapat langsung menjadi lebih baik setelah menerima umpan balik. Kita harus mengambil tindakan nyata untuk melakukan perubahan.
 
Nah, kecerdasan emosional inilah yang memampukan kita untuk melakukan tindakan perubahan yang nyata. Saat menerima umpan balik, kecerdasan emosional yang dimiliki dapat membantu kita untuk menyadari hal-hal yang perlu diperbaiki dan menemukan langkah-langkah yang harus diambil untuk memperbaiki diri. 
 
6. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk berjejaring.
Berjejaring merupakan kegiatan dan kesempatan bagi para profesional untuk memajukan karier. Namun, berjejaring dapat menjadi suatu kegiatan yang membuat kita risih, terutama bagi jika kita memiliki sifat introvert. Kecerdasan emosional dapat membantu orang introvert memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mulai berinteraksi dengan orang lain sekalipun mereka merasa tidak nyaman.
 
Interaksi sosial tidak hanya menyulitkan para introvert, tetapi juga dapat menjadi hal yang menyulitkan bagi para orang-orang ekstrovert. Orang ekstrovert cenderung dominan dan menguasai percakapan secara keseluruhan. Dengan kecerdasan emosional membantu orang-orang ekstrovert untuk dapat mengendalikan diri, tidak menguasai percakapan sepenuhnya, mampu menahan diri dan menurunkan nada suara saat harus berinteraksi dengan seseorang yang introvert. Dengan begitu, setiap pihak akan merasa nyaman dalam berjejaring. 

7. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk merekrut.
Kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seorang perekrut berfungsi untuk menemukan kandidat yang tepat. Kecerdasan emosional membuat kita dapat mengenali kepribadian seseorang sehingga dengan mudah dapat memilih kandidat yang tepat dan sesuai dengan organisasi.

8. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk melakukan wawancara.
Sebagai kandidat pencari kerja, kecerdasan emosional juga sangat dibutuhkan. Kecerdasan emosional membuat kita dapat mengerti setiap pertanyaan yang diajukan dan menjawabnya dengan jawaban yang tepat dan sesuai. 
 
9. Kecerdasan emosional dibutuhkan oleh pekerja baru.
Sebagai karyawan baru di sebuah organisasi, kita pasti perlu menjalin kesan dan hubungan baik dengan setiap orang. Nah, kecerdasan emosional membantu kita untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tidak memiliki kecerdasan emosional, kita akan sulit mengikuti budaya dan norma yang berlaku di organisasi. Jadi, seorang karyawan baru membutuhkan kecerdasan emosional agar dapat beradaptasi dengan baik, bukan memberikan kesan yang menjengkelkan.
 
Nah, itulah 9 waktu terbaik untuk menerapkan kecerdasan emosional dalam pekerjaan. Ini dapat dikatakan bahwa seluruh aspek bidang pekerjaan menuntut kita untuk memiliki kecerdasan emosional. Semakin dapat menguasai emosi dengan baik, semakin kita akan tampil sebagai orang yang bijak, berkharisma dan memiliki pengaruh besar. Tentu saja ini akan membantu kita mendapatkan kesuksesan yang diimpikan. Jadi, jangan bosan-bosan untuk terus meningkatkan kecerdasan emosional ya, rekan pembaca.
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang