Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 13, 2019

Halo rekan pembaca Career Advice, jika kita perhatikan, ada dua hal signifikan yang mengalami perubahan yaitu cara bekerja dan lingkungan kerja itu sendiri. Lingkungan kerja saat ini merupakan lingkungan kerja multigenerasi. Mengapa demikian? Dapat melihat di sekitar bahwa kita bekerja dengan generasi baby boomer, generasi X, generasi milenial dan bahkan sebagian generasi Z juga telah menjajaki dunia pekerjaan. Dengan begitu, lingkungan kerja telah diwarnai oleh tingkatan generasi yang berbeda dengan keunggulannya masing-masing.
 
Kehadiran berbagai generasi dalam satu lingkungan kerja, tentu saja memengaruhi kebiasaan dan budaya kerja organisasi, belum lagi ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Selain generasi yang beragam, dunia kerja juga telah dihiasi oleh kehadiran kecerdasan buatan seperti robot, mesin otomatis dan teknologi canggih lainnya.
 
Generasi milenial merupakan generasi dengan jumlah terbesar yang menguasai dunia kerja. Generasi milenial adalah mereka yang lahir sebelum generasi baby boomer dan generasi X. Sedangkan generasi Z adalah generasi yang lebih muda daripada generasi milenial.
 
Tentu saja karakteristik unik yang dimiliki setiap generasi ini menghadirkan perbedaan gaya kerja dan juga kebiasaan. Generasi milenial dan generasi Z lebih cakap dalam penggunaan teknologi. Ya, karena mereka lahir pada era internet, media sosial, dan aplikasi lainnya. Sebaliknya, generasi baby boomer dan generasi X bertumbuh di zaman radio, TV dan mesin fax. Inilah yang membuat mereka tidak terlalu akrab dengan kemajuan teknologi saat ini. Mereka cenderung menggunakan cara konvensional dalam menyelesaikan masalah.
 
Lalu, bagaimanakah perbedaan generasi ini dapat menjadi sebuah harmoni yang mendukung terciptanya produktivitas, budaya dan menghasilkan keuntungan di era modern saat ini? 
Tentu saja ini merupakan tantangan besar bagi semua orang. Mau tidak mau, kita tidak dapat menghindari lingkungan kerja multigenerasi. Pada dasarnya, lingkungan kerja multigenerasi mendatangkan ragam keuntungan bagi perusahaan. 
 
Generasi muda yang peka terhadap teknologi akan membawa satu energi segar bagi organisasi, sedangkan generasi sebelumnya yang jauh lebih tua merupakan generasi yang kaya akan pengalaman dan pemikiran. Jika digabungkan, kehebatan teknologi yang dimiliki generasi muda dan kekayaan ilmu yang dimiliki generasi tua dapat menjadi kekuatan besar bagi masa depan perusahaan.
 
Saat para milenial dan generasi Z dikerahkan untuk menciptakan aplikasi dan media sosial, generasi X dan generasi baby boomer bertanggung jawab untuk berbagi pemikiran dan trik dalam dunia bisnis yang mereka alami selama bertahun-tahun.
 
Generasi yang lebih tua dapat menjadi mentor bagi generasi muda dalam menanamkan nilai, pengetahuan dan norma. Generasi X dan baby boomer dapat menghadirkan budaya kerja yang fokus pada kualitas, kolaborasi dan etos kerja. Mereka dapat menularkan hal baik ini bagi para milenial dan generasi Z, termasuk kemampuan mengelola tim dan gaya kepemimpinan. Generasi yang lebih tua dapat mengajarkan generasi muda untuk memiliki empati, kerjasama tim dan motivasi tim.
 
Generasi yang lebih tua juga dapat membekali generasi muda dengan filsuf dan teori-teori yang berkaitan dengan bisnis. Ya, ini dikarenakan mereka lebih berpengalaman dalam dunia pekerjaan. Mereka memiliki pola pikir dan wawasan yang lebih luas. 
 
Begitupun sebaliknya, generasi muda dapat membantu generasi di atasnya untuk mengenal, memahami bahkan menguasai perkembangan teknologi. Generasi milenial dan generasi Z dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memudahkan sistem perusahaan, menciptakan aplikasi untuk memudahkan kegiatan pemasaran dan sistem penggajian, menghemat waktu dan program lainnya yang dapat memudahkan setiap orang di dalam organisasi dan juga klien. Generasi milenial dan generasi Z memiliki peranan penting untuk menggunakan teknologi digital sebagai alat yang menunjang keberhasilan perusahaan. 
 
Secara keseluruhan, kombinasi multigenerasi ini dapat menghasilkan keuntungan besar jika setiap generasi memainkan peranan yang tepat dan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Dengan satu pengelolaan tim yang tepat, perbedaan bakat dan keterampilan yang dimiliki dapat menjadi satu kombinasi kerjasama yang hebat. Inilah yang dapat membuat organisasi dapat terus berkembang dan berinovasi di tengah persaingan global.
 
Lalu, bagaimana organisasi dapat mengakui keberadaan lingkungan kerja multigenerasi dan menemukan cara yang tepat untuk mengatasi perbedaan generasi tersebut?
Organisasi harus memiliki keyakinan bahwa setiap generasi merupakan aset berharga bagi organisasi. Kuncinya adalah organisasi harus membangun hubungan yang kuat di antara generasi. Ini adalah hal yang penting dan tidak dapat diabaikan. Bagaimana caranya? Organisasi harus memahami dengan jelas keterampilan dan bakat yang dimiliki setiap generasi. Organisasi juga harus memahami hal-hal yang dapat memotivasi setiap generasi dan nilai-nilai yang dimiliki. Pasti, kita akan melihat banyak perbedaan dalam hal ini.
 
Organisasi harus mampu melihat perbedaan ini sebagai kekuatan besar dan mampu membangun budaya yang mendorong setiap generasi dapat bekerja sama dengan baik serta memiliki keinginan untuk saling belajar.
 
Itulah trik yang dapat dilakukan organisasi dalam mengelola lingkungan kerja multigenerasi. Memiliki pekerja senior dapat menambah nilai besar bagi perusahaan. Ini karena mereka memiliki wawasan dan pemikiran yang luas. 
 
Namun, kita juga tidak dapat mengabaikan kehadiran generasi muda. Mereka membawa satu energi segar dan semangat yang luar biasa. Kemampuan dan kepekaan mereka terhadap teknologi dapat membantu perusahaan menemukan sistem-sistem yang memudahkan dalam mencapai keberhasilan.
 
Nah, sebagai pekerja yang berada dalam organisasi, kita dapat melihat bahwa setiap generasi memiliki peranan masing-masing. Tidak ada generasi yang tidak menambahkan nilai bagi organisasi. Jadi, saling menghargai, mampu bekerja sama dan mau untuk belajar dari orang lain adalah kunci sukses keberhasilan kita di lingkungan kerja multigenerasi.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis