Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Kriteria Pemimpin yang Memiliki Executive Presence

Kriteria Pemimpin yang Memiliki Executive Presence


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 31, 2019

 
Sebelum rekan-rekan Career Advice membaca lebih jauh tentang artikel ini, ada baiknya kita membahas secara singkat makna dari kehadiran eksekutif (executive presence). Executive presence ini sendiri adalah pelatihan tingkat tinggi yang ditujukan khusus untuk para pimpinan eksekutif perusahaan dan untuk mereka yang ingin mendapatkan pengalaman transformasi melalui praktik ‘mindfulness’, yang berarti kualitas atau kesadaran akan sesuatu. 
 
Setelah membahas secara singkat tentang executive presence, sekarang mari kita simak contoh skenario berikut ini agar kita semua lebih memahami bagaimana cara mengetahui, “apakah saya memiliki sikap ‘kehadiran eksekutif’ (executive presence) atau tidak? 
 
Suatu ketika, rekan-rekan Career Advice datang ke dalam sebuah pertemuan yang berisiko sangat tinggi. Sebagai contoh, presentasi penjualan, interaksi dengan klien baru, atau pemecahan konflik di dalam perusahaan. Nah, kehadiran eksekutif ini memiliki sifat yang emosional dan fisiologis. Tentunya, pertemuan yang berisiko tinggi akan memacu adrenalin kita, jantung akan berpacu sangat kencang karena apapun yang kita lakukan akan menimbulkan konsekuensi yang sangat berdampak pada perusahaan. 
 
Setiap kata yang kita ucapkan di depan orang-orang dalam forum, dengan secepat kilat mereka akan memperhatikan dan mendengarkan kita. Lantas, bagaimana cara kita mengeksekusi di level tertinggi tersebut saat tekanan benar-benar menyala?
 
Dalam praktik executive presence, kita bisa menilainya dengan sangat mudah dan cepat terutama ketika kita memasuki sebuah ruangan yang berisi forum penting. Dengan cepat, kita bisa mengetahui siapa yang memiliki sikap kehadiran eksekutif, dan siapa yang tidak memilikinya. Executive presence ini akan terpancar dengan sangat baik pada setiap individu yang memilikinya. Mereka yang memiliki sikap ini akan terlihat sangat menarik untuk diperhatikan. Misalnya, bagaimana cara mereka berpikir, mengutarakan pendapat, dan mengkritisi pendapat orang lain.
 
Sebagian orang bergabung ke dalam C-Suite karena executive presence mereka yang sangat tinggi, meskipun pada kenyataannya mereka bukanlah pemimpin yang baik. Sayangnya, ada begitu banyak pemimpin yang baik, namun mereka tidak melakukannya karena tidak memiliki executive presence di dalam dirinya masing-masing. 
 
Faktanya, sikap kehadiran eksekutif atau executive presence dapat tumbuh dengan sendirinya, jika kita memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat dan juga harga diri yang tinggi. Perlu kita ingat kembali bahwa rasa percaya diri dan harga diri adalah dua hal yang berbeda. Rasa percaya diri adalah keyakinan yang meyakinkan diri kita bahwa kita mampu untuk melakukan sesuatu. Sedangkan, harga diri adalah perasaan yang meyakinkan diri bahwa kita memiliki kelayakan dan nilai yang tinggi. 
 
Dalam kata lain, seseorang yang memiliki sikap ‘executive presence’ tidak pernah absen dari rasa kepercayaan diri dan harga diri. Kepercayaan diri dapat dibangun dengan menantang diri kita saat menghadapi pertemuan penting yang berisiko tinggi. Dari sana kita dapat tahu, “apakah kita berani dan percaya diri untuk mengambil segala risiko yang ada?” Selain itu, kita juga dapat membangun harga diri dengan menerima kelayakan diri kita sendiri dengan segala ketidaksempurnaan yang kita miliki. 
 
Dalam hal ini, kita sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan diri kita sendiri. Namun, kita yakin bahwa kita layak untuk melakukan segala sesuatu yang luar biasa dan berdampak tinggi. Inilah kriteria yang benar-benar harus ada di dalam jiwa setiap pemimpin. 
 
Sebelum memancarkan executive presence kita di hadapan rekan-rekan kerja lainnya, tarik napas perlahan-lahan dan gerakan kita harus fokus dengan alur napas yang kita ambil. Ini bertujuan agar kita tidak tergesa-gesa dalam mengutarakan pendapat dan dapat berpikir jernih terkait apa yang ingin kita ucapkan. 
 
Rekan pembaca masih ingatkan bahwa perkataan apapun yang keluar dari mulut kita akan menjadi bahan perhatian bagi orang lain? Jadi, meskipun kita memiliki kepercayaan diri yang penuh dan harga diri yang tinggi untuk bisa memiliki executive presence, kita tetap perlu memiliki emosi yang stabil. 
 
Ingat, kita berada di antara para pemimpin eksekutif perusahaan, para pemimpin tertinggi yang memiliki jabatan dan tanggung jawab yang bukan main-main. 
 
Berikut ini adalah beberapa kriteria seseorang yang memiliki kehadiran eksekutif atau executive presence yang TINGGI: 
- Kita cenderung melakukan apa yang kita yakini benar dalam menghadapi segala kontroversi yang ada. 
- Kita tahu langkah yang berisiko lainnya, yang berada di luar zona nyaman kita yang mungkin belum pernah kita ambil. 
- Kita memiliki kerendahan hati dalam mengakui kesalahan yang kita perbuat dan menjadikannya sebuah pelajaran. Dalam kata lain, kita tidak gengsi untuk mengakui kesalahan. 
- Kita tidak memerlukan validasi dari luar. Karena menurut kita, kepuasan internal dan penerimaan diri sudah lebih dari cukup. 
- Percaya bahwa tujuan yang sedang kita tuju adalah tujuan tim. Sehingga, kita selalu mengikutsertakan anggota tim lainnya. Kesuksesan tim adalah kesuksesan kita juga. 
- Menerima pujian yang diberikan orang lain dengan sikap sopan dan penuh keanggunan. Ini menandakan bahwa kita sangat menghargai apresiasi dari orang lain dan tidak menunjukkan sikap sombong. Kita akan mengatakan “Terima kasih, saya senang jika Anda menganggapnya berguna”. 
- Hindari keraguan diri dan upayakan diri untuk mendapatkan hasil yang sempurna (setidaknya, hampir sempurna). 
- Kita dapat melepaskan sesuatu yang telah berlalu, terutama saat kita sudah banyak berinvestasi di dalamnya. 
 
Berikut ini adalah beberapa kriteria seseorang yang memiliki kehadiran eksekutif atau executive presence yang RENDAH: 
- Kita cenderung cepat mengubah sikap dan perilaku kita berdasarkan apa yang dipikirkan oleh orang lain. 
- Kita terlalu menyukai posisi di zona aman kita, membiarkan tanggapan orang lain yang menghakimi kita karena selalu merasa itu bukan waktu yang tepat untuk melawan atau kita merasa bahwa melawan hanyalah tindakan yang berisiko tinggi. 
- Kita cenderung menyangkal dan menutupi kesalahan yang kita lakukan, atau berharap bisa memperbaiki kesalahan sebelum ada orang lain yang tahu.  
- Kita selalu mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain demi memvalidasi pekerjaan baik yang kita lakukan. 
- Kita cenderung memuji-muji kebaikan yang kita lakukan dan mengambil alih keberhasilan dari pekerjaan yang orang lain kerjakan.  
 
Itulah beberapa kriteria khusus dari seseorang yang memiliki kehadiran eksekutif atau executive presence yang tinggi dan rendah. Setelah menyimak kriteria-kriteria di atas, kira-kira rekan pembaca masuk ke dalam kriteria yang mana? 
 
Apabila rekan pembaca masih masuk ke dalam kategori pemimpin yang memiliki executive presence yang rendah, tidak perlu khawatir, karena kita dapat membangun executive presence itu sendiri. 
 
Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan menghirup napas dan menghembuskannya secara perlahan-lahan, menulis dua hal yang paling kita syukuri setiap harinya, tersenyum, mengasah rasa percaya diri dan teguhkan harga diri dan mulailah terhubung dengan anggota lainnya setiap mengadakan pertemuan penting. Yakinlah, bahwa rekan-rekan Career Advice adalah seorang yang layak untuk memiliki executive presence seperti yang dimiliki oleh pemimpin eksekutif lainnya. Selamat berjuang ya, rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advices
4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

10 Cara Menjadi Kaya Raya ala Generasi Milenial

10 Cara Menjadi Kaya Raya ala Generasi Milenial

5 Faktor Internal yang Menghambat Kesuksesan Bisnis

5 Faktor Internal yang Menghambat Kesuksesan Bisnis