STUDILMU Career Advice - E-learning di Sekolah Vs Korporasi

E-learning di Sekolah Vs Korporasi


by Studilmu Editor
Posted on Jan 19, 2018

E-learning memungkinkan peserta dan eksekutif bisnis untuk belajar dimana saja dan kapan saja. Anda bisa belajar dari hampir semua tempat dengan komputer atau perangkat mobile dan koneksi internet,  Anda bisa belajar, berlibur atau beristirahat. Tapi e-learning lebih dari sekedar kenyamanan, ada perbedaan mendasar antara e-learning di sektor korporasi dan sekolah.

Apa yang terjadi di lingkungan perusahaan?

Peran pelatihan perusahaan adalah memastikan karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan operasional tertentu agar organisasi dapat terus beroperasi. Pada dasarnya, pelatihan perusahaan berpusat pada transfer pengetahuan. Konferensi dan lokakarya merupakan bagian bisnis yang penting namun mahal dan e-learning membuatnya terjangkau dan efisien. Tenaga penjualan misalnya, mereka dapat menerima pelatihan tentang strategi penjualan dan produk baru secara online. E-learning menawarkan biaya yang lebih rendah untuk memberikan pelatihan dalam waktu yang lebih singkat, pada karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Pelatihan di perusahaan menambahkan dimensi dan kedalaman pelatihan dengan melibatkan peserta didik dalam menghasilkan pengetahuan baru yang membantu sebuah organisasi untuk maju dan berkembang.

Karakteristik utama pembelajaran perusahaan adalah :

-         Sigap: belajar di perusahaan kebanyakan “serba cepat” karena “waktu adalah uang” di dunia usaha. Pelatihan perlu disampaikan sesingkat mungkin dengan hasil maksimal.

-         Karir: pembelajaran perusahaan membantu perusahaan mendapatkan keterampilan baru untuk memajukan karir mereka di dalam perusahaan. Perusahaan LMS memiliki modul perusahaan untuk memudahkan proses itu.

-         Manfaat bagi organisasi: pembelajaran di perusahaan berfokus terutama pada masalah yang bersifat praktis dengan manfaat langsung bagi organisasi dan bukan keuntungan individual. Pelatihan diperlukan agar organisasi dapat berfungsi dengan benar, dan perusahaan dapat maju dan berkembang.

Pelatihan Vs Pendidikan: sebagian besar perusahaan berfokus pada pelatihan,sementarapendidikansekedar“memicu rasa ingin tahu.” Pelatihan adalah tindakan yang dipersiapkan, diajarkan dan belajar ketrampilan tertentu sertamempraktikkannya sampai standar yang dibutuhkan tercapai. Ini memiliki keterlibatan praktis yang jelas untuk tempat kerja.

Return on Investment: suatu perusahaan perlu menghitung ROI investasi pembelajarannya. Dalam konteks pendidikan ROI ini sulit dihitung dan biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk menunjukkannya.

Apa yang terjadi di sekolah?

Dibandingkan dengan pembelajaran korporat, pembelajaran di sekolahberfokus hanya pada transfer pengetahuan dan bukan pada pelatihan. Contohnya: sekolah  berusaha untuk belajar hal-hal dengan lingkup global (misalnya seperti matematika), sementara e-learning perusahaan lebih terfokus pada kebutuhan bisnis (misalnya bagaimana metodeperekrutan karyawan baru). Kata pendidikan berarti memperoleh pengetahuan teoritis umum dan tidak melibatkan pembelajaran bagaimana melakukan pekerjaan, tugas atau keterampilan praktis tertentu. Perlu diketahui bahwa ada beberapa tumpang tindih, kata pendidikan juga bisa merujuk pada proses pelatihan. Misalnya pelatihan dasar di bidang layanan kesehatan biasanya merupakan kombinasi dari kemampuan belajar teoritis, pembelajaran dan praktik.

Konvergensi

Profesional e-learning perusahaan dapat belajar dari e-learning akademis dan sebaliknya, saat ini kami melihat konvergensi kebutuhan e-learning akademis dan perusahaan. Dari sisi akademik mulai condong kearah menggabungkan metode perusahaan tentang bagaimana topik tertentu diajarkan di kelas. Dan di sisi korporat mereka mulai menggunakanteknologi dengan cara mendukung kelas tradisional dengan integrasiteknologi.

Jelas ada tumpang tindih, pembelajaran mobile misalnya menjadi semakin populer bagi peserta didik yang memiliki lebih dari satu perangkat mobile dan membawa perangkat ini ke sekolah atau kantor. Peserta didik memiliki akses ke internet dan jejaring sosial melalui perangkat mobile ini, sehingga semua teknologi yang dibutuhkan untuk mengumpulkan informasi, membuat konten dan berkomunikasi dengan orang lain tersedia dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Saat ini baik sekolah maupun perusahaan sedang jawaban untukpertanyaan yang sama. Bagaimana cara kita menggunakannya untuk belajar? Bagaimana rancangan intruksional dan metodologi pengajaran untuk menyampaikan konten melalui perangkat mobile?

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

20 Cara Baru untuk Memberi Hadiah kepada Karyawan

Rapat Kerja yang Efektif

Aplikasi Sosial Media dan Pengaruhnya

Memberikan Umpan Balik Konstruktif

Sikap Positif Menunjang Kesuksesan Anda

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

4 Strategi Meraih Keseimbangan Hidup Bagi Pengusaha

Tetap Semangat Mencapai Impian

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Menghadiri Wawancara Kerja

Menjadi Selangkah Lebih Maju

Pemimpin, Hentikan Perilaku Ini

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri sebelum Wawancara Kerja

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif

Cara Mengendalikan Diri

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z