Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jul 10, 2019

Adakah rekan pembaca yang ingin mulai membuat bisnis startup? Namun, masalah yang rekan pembaca hadapi sekarang adalah rekan pembaca belum memiliki siapapun yang bisa membantu bisnis startup Anda ini. Dengan kata lain, sumber daya manusia yang tersedia hanyalah rekan pembaca sendiri. 
 
Mungkin kita ingin mencari karyawan atau pegawai baru untuk membantu bisnis startup ini, akan tetapi modal usaha yang kita miliki belum cukup untuk membayar gaji pegawai. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sendirian? Mungkin ini akan menjadi situasi yang sangat sulit karena kita tidak memiliki latar belakang yang kuat di bidang pemasaran, kita belum memiliki modal usaha yang cukup banyak, koneksi bisnis kita masih terbilang sangat sempit, dan kita juga merasa kebingungan dalam mempromosikan produk startup kita. 
 
Mulai sekarang, keraguan dan ketakutan yang kita rasakan ini bisa kita hilangkan loh, rekan-rekan. Pada kenyataannya, kita tetap bisa memasarkan bisnis startup kita dengan sendirian. Yap! meskipun tanpa kehadiran tim, kita tetap bisa melakukannya dengan baik. Menurut website allbusiness, ada 5 cara utama yang bisa kita lakukan dalam memasarkan bisnis startup tanpa bantuan orang lain. Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 
 
1. Mengasah Passion Pemasaran di dalam Diri Sendiri. 
Dikarenakan kita tidak memiliki tim pemasaran atau marketing, ini menandakan bahwa kita harus memiliki passion yang kuat di bidang pemasaran. Alasannya karena kita tidak bisa mengandalkan siapapun di dalam divisi pemasaran untuk mempromosikan produk atau layanan jasa dari bisnis startup kita. Kita adalah pemilik startup yang kita dirikan, pengolah startup dan juga pemasar produk. 
 
Dengan kata lain, kita memiliki peranan yang begitu banyak dalam satu waktu. Itulah mengapa cara pertama yang perlu kita lakukan adalah menjadikan pekerjaan di bidang pemasaran sebagai salah satu passion kerja kita. 
 
Jika kita sudah menjadikannya sebagai passion, maka kita akan sangat menikmati pekerjaan ini. Hasilnya, bisnis startup kita tidak akan memerlukan karyawan di bidang pemasaran. Walaupun nanti produk dan layanan jasa kita semakin laris terjual, lalu kita menjadi kewalahan dalam memasarkannya, itu akan menjadi cerita yang lain. Karena kalau produk kita sudah laris, sudah pasti kita akan memiliki uang yang cukup untuk menggaji karyawan. 
 
Menjadi bagian pemasaran atau marketing bagi bisnis startup kita sendiri akan mengasah kemampuan untuk berani menciptakan ciri khas dari produk dan layanan jasa kita sendiri, kita juga akan berinteraksi secara langsung dengan para calon pelanggan kita, bukan sekedar mendengarkan keluh kesah mereka yang disampaikan pada karyawan di bidang pelayanan pelanggan. Selain itu, kita juga akan mendapatkan ide-ide cemerlang dan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana cara yang efektif untuk memasarkan produk dan layanan jasa kita. 
 
Seiring berjalannya waktu, bisnis startup kita akan semakin berkembang. Kita akan memiliki modal yang cukup untuk merekrut karyawan sebagai pemasar digital atau digital marketing. Dan, segala pengalaman serta ilmu pemasaran yang kita miliki dapat menjadi “jembatan yang ampuh” dalam berkomunikasi dengan karyawan digital marketing kita. Setidaknya, semua dasar-dasar penjualan sudah kita pahami dan kuasai, sehingga tidak ada satupun karyawan yang berani menyalahgunakan kesempatan ini. 
 
2. Membuat Rutinitas Bisnis. 
Menjadi seorang bos yang sudah memiliki banyak karyawan saja akan tetap merasa sibuk, apalagi kalau kita mengerjakan semua bisnis kita dengan sendirian? Tentunya, kesibukan itu akan lebih banyak berkali-kali lipat. Bukan hal yang mustahil jika kita akan merasa kewalahan dalam menyelesaikan segalanya sendirian. 
 
Untuk itu, kita perlu membuat rutinitas bisnis agar waktu kita tidak terbuang begitu saja. Di sisi lain, bisnis startup kita sudah bisa berjalan dan berkembang tanpa harus menunggu bantuan dari orang lain. Sebagai contoh, dari jam 7 pagi sampai jam 11 siang, rekan pembaca membuat konten-konten yang akan dijadikan sebagai pemasaran digital. Pukul 12 sampai 3 siang, rekan pembaca mencoba untuk mempromosikan produk atau layanan jasa melalui telepon, atau mencari investor pada jam tersebut juga bisa. 
 
Malam harinya rekan pembaca bisa menghabiskan waktu dengan memikirkan ide-ide cemerlang lainnya yang akan diterapkan pada bisnis startup Anda. Selain itu, sediakan waktu 1-3 kali dalam seminggu untuk mengikuti seminar atau konferensi yang berkaitan dengan bisnis startup, mana tau jaringan bisnis kita akan semakin luas karena acara-acara profesional seperti itu. 
 
Jika rekan pembaca dapat menjalankan rutinitas bisnis ini dengan konsisten, maka rekan pembaca akan melihat hasil yang lebih positif untuk bisnis startup ini. Menjalankan rutinitas bisnis jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang tidak penting.
 
3. Memprioritaskan Pekerjaan secara Bijak. 
Waktu adalah uang, bahkan beberapa kasus mengkategorikan bahwa waktu jauh lebih berharga daripada uang. Ketika semua pekerjaan harus ditanggung dan dikerjakan oleh kita sebagai satu-satunya tim dalam bisnis startup ini, hal yang perlu kita lakukan adalah memprioritaskan pekerjaan mana yang paling penting untuk dikerjakan terlebih dahulu, dan pekerjaan mana yang masih bisa kita undur untuk sementara. 
 
Mungkin dari semua pekerjaan, kita perlu memprioritaskan promosi produk dan layanan jasa kita melalui pemasaran digital. Jadi, pastikan untuk mengalokasikan waktu lebih banyak pada pembuatan konten, poster, menulis caption, atau menulis konten di web yang akan sangat bermanfaat bagi pemasaran startup kita.
 
Sebaliknya jika rekan pembaca memiliki cukup uang, namun tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pemasaran digital secara pribadi, maka kami menyarankan rekan pembaca untuk mulai memasang iklan startup Anda melalui ‘iklan bayar per klik’. Sarana iklan ini dapat memberikan hasil pemasaran yang sangat cepat untuk bisnis startup rekan pembaca. 

4. Meninjau Hasil Pemasaran Startup. 
Setelah mengeluarkan semua tenaga, waktu dan uang untuk melakukan pemasaran digital secara pribadi, tanpa bantuan tim pemasaran manapun. Sekarang saatnya bagi kita untuk meninjau sudah sejauh mana hasil yang bisa kita dapatkan dari pemasaran digital yang kita lakukan? Apakah pemasaran digital yang kita terapkan sudah efektif? Jika memang belum, apa hal yang harus kita tingkatkan dari pemasaran ini? 
 
Hal-hal lain yang bisa kita tanyakan untuk meninjau hasil pemasaran digital seperti, apakah pemasaran digital yang kita lakukan telah meningkatkan jumlah pengikut di media sosial startup kita? Apakah ini sudah meningkatkan penjualan bisnis kita? Setelah memiliki beberapa pertanyaan penting, sekarang saatnya kita meninjau melalui Google Analytics. 
 
Google Analytics adalah solusi yang efektif dan hebat untuk melacak sasaran yang terkait dengan situs web kita. Melalui Google Analytics, kita dapat meninjau berapa jumlah pengunjung yang masuk ke dalam web kita dan berapa jumlah transaksi yang kita miliki. Semua tujuan pemasaran yang telah kita tetapkan akan menjadi hal yang sia-sia, jika kita tidak bisa mengukurnya. Itulah mengapa sebelum kita menetapkan tujuan, penting bagi kita untuk berpikir “apakah tujuan-tujuan ini dapat diukur dengan tepat atau tidak?” 

5. Membuat Keputusan yang Tepat Berdasarkan Data yang Valid. 
Waktu terus berjalan tanpa henti. Di sisi lain, kita perlu menggunakan waktu dengan semaksimal mungkin agar bisnis startup kita bisa segera berkembang dan populer. Dengan kata lain, mendapatkan hasil yang pasti. 
 
Waktu yang rekan-rekan pembaca miliki sangatlah berharga, oleh karena itu kita perlu memastikan strategi pemasaran mana yang dapat memberikan keuntungan lebih banyak kepada kita. Dengan begitu, kita bisa memfokuskan tenaga dan pikiran kita pada strategi pemasaran tersebut. 
 
Dalam hal ini, kita juga bisa menggunakan Google Analytics di situs web kita. Sehingga, kita dapat melihat dan menilai secara langsung terkait jenis konten apa yang paling beresonansi dengan audiens atau calon pelanggan kita. Kita bisa mengecek pada halaman dan sesi yang mana, para pengikut media sosial kita memberikan like nya, komentar, dan lain sebagainya. Apakah topik tersebut sangat dinikmati banyak orang? Apakah konten tersebut berbentuk video atau infografis? Dan lain sebagainya. 
 
Apabila rekan pembaca sudah mengimplementasikan 5 cara di atas dengan baik dan sungguh-sungguh. Perlu diingat bahwa hasil yang kita inginkan mungkin tidak akan datang secepat yang kita bayangkan. Keberhasilan pemasaran digital tidak akan terjadi dalam waktu sehari semalam. Bisnis startup kita juga tidak akan terkenal dalam waktu seminggu. Semuanya membutuhkan waktu dan semuanya memerlukan proses yang panjang. Jadi, jangan menyerah hanya karena rekan pembaca bergerak sendirian untuk memasarkan bisnis startup Anda. Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun