Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Berlatih Cara Pidato

Berlatih Cara Pidato


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 07, 2019

 
Raja George VI sebenarnya sama sekali tidak berminat untuk menjadi raja Inggris berikutnya. Disamping tidak mempunyai ambisi untuk itu, kekurangannya membuat ia kurang percaya diri. Namun saat ayahnya, Raja George V tutup usia dan kakaknya Pangeran Edward menolak menggantikan, mau tidak mau Pangeran Albert Frederick Arthur George – demikian nama aslinya, pun naik tahta dan menjadi Raja Inggris berikutnya.
 
Sebagai seorang pemimpin, keahlian cara berpidato wajib dimiliki. Albert pernah berbicara pada penutupan pameran British Empire tahun 1925 di stadion Wembley. Cara pidatonya tidak mulus karena aksi gagapnya meresahkan ribuan pendengar yang menghadiri acara itu. Saat pemimpinnya gagap, muncul pertanyaan yang luar biasa mengusik, “Bisakah ia menjadi seorang pemimpin yang handal bagi rakyatnya?”. Karena itu dibantu istrinya Albert berupaya untuk mengobati gagapnya. Berbagai cara telah dilalui Albert, mulai dari merokok, hingga ia pernah diminta oleh dokternya untuk mengulum beberapa butir kelereng yang telah disterilkan. Dengan mulut penuh kelereng ia disuruh membaca teks pidato di tangannya.  Namun tidak ada satupun usahanya yang berhasil. Di tengah kemarahan dan frustasinya, Albert bertemu dengan terapis bicara Lionel Logue. Dengan gaya yang kontroversial, Lionel menyanggupi untuk mengobati Albert dengan syarat-syarat tertentu. 
 
Pada awalnya Albert menolak bekerjasama dengan Lionel yang eksentrik. Namun saat Jerman mulai menunjukkan gelagat buruk kepada Inggris dan Eropa khususnya, mau tidak mau Albert atau Raja George VI mempersiapkan cara pidato yang harus dapat mengangkat semangat rakyatnya. Di sinilah tantangan terbesar George VI, karena ia belum benar-benar pulih dari kegagapannya.
 
Mungkin Anda pernah menonton film The King’s Speech ini, yang diadopsi dari kisah nyata Kerajaaan Inggris yang berlatar masa Perang Dunia II. Permasalahan yang diangkat dalam film ini sangat unik, yaitu kekurangan yang dimiliki seorang Raja serta pengaruhnya dalam memimpin kerajaan di tengah situasi kritis. Raja yang gagap saat berpidato, namun membaca karya Shakespeare dengan lancar.
 
Menyaksikan The King’s Speech seperti menyaksikan persiapan sebuah pertunjukan orkestra. Memaparkan proses latihan berulang-ulang dengan intens, yang kemudian ditutup oleh penampilan yang sangat megah dan menggugah.
 
Contoh lain yang sangat dekat dengan kita adalah Soekarno, presiden pertama Indonesia yang terkenal dengan kemampuan orasinya yang memukau. Menginspirasi, dan masih dikenang sebagai terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Dari mana beliau memperoleh keterampilan tersebut? Dari latihan terus menerus dengan lantang, tanpa patah arang.
 
Masih banyak contoh yang bisa kita temukan dari tokoh-tokoh ternama atau pemimpin dengan kemampuan berbicara luar biasa di sekitar kita. Decak yang sering kita dengar atau lontarkan seringkali serupa, bahwa mereka memang membawa bakat sebagai pembicara hebat. Kita lupa, bahwa ketrampilan tidak semata terlahir dari bakat. Ada proses panjang di belakangnya. Ada usaha terus menerus dan tak putus sebelumnya. Ada persiapan berdurasi panjang dalam porsinya. 
 
Jika seorang raja pun dapat mengalami kegagapan dalam proses menjadi pembicara yang menginspirasi, bukankah itu artinya kegugupan adalah hal yang wajar bagi pembicara pemula seperti kita? George VI tidak terlahir dengan kecakapan berpidato. Soekarno tidak serta merta menjadi orator yang disegani dunia. Semua mereka dapatkan melalui latihan.
 
Jadi jika Anda masih tersendat saat berbicara dalam berpidato, presentasi maupun public speaking lainnya, haruskah merapal mantra hukuman bagi diri sendiri bahwa “Saya tidak mampu jadi pembicara yang baik?”. Cambuk yang Anda butuh, adalah motivasi berulang bahwa perubahan bad menjadi great adalah process, bukan express.
 
“All the great speakers, were bad speakers at first.”
Ralph Waldo Emerson
Featured Career Advices
Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri