Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 7 Cara Memilih Perguruan Tinggi Pascasarjana

7 Cara Memilih Perguruan Tinggi Pascasarjana


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 16, 2019

 
Apakah Anda adalah seseorang yang sedang mempertimbangkan banyak hal untuk melanjutkan program pascasarjana? Atau apakah Anda adalah seseorang yang sedang mendaftar di sebuah perguruan tinggi untuk program pasca sarjana? Jika ya, Anda mungkin telah mengirimkan aplikasi ke perguruan tinggi yang Anda tuju dan Anda sedang menunggu kabar diterima atau tidaknya Anda di perguruan tinggi tersebut.  Hal ini merupakan penantian yang membuat Anda tak sabar dan benar-benar tidak ada yang lebih luar biasa daripada mendapatkan surat penerimaan pertama itu. Jika berhasil, saya harap Anda meluangkan waktu untuk merayakannya!
 
Tentu saja, kenyataan pada akhirnya akan terjadi ketika Anda mulai berpikir tentang mata kuliah yang akan Anda hadapi di setiap semester. Memilih program benar-benar menarik, tetapi ini juga bisa membuat stress. Perguruan tinggi pascasarjana adalah investasi besar, dan Anda pasti ingin memilih program yang tepat untuk Anda. Ya, karena banyak hal yang akan dikorbankan nantinya sehingga Anda harus mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal.
 
Saya tahu, saya juga melalui proses pengambilan keputusan yang sulit ketika tiba saatnya memilih program master saya. Pertama, mulailah dengan memilih beberapa kategori tentang pengalaman perguruan tinggi pascasarjana yang penting bagi Anda. Berikut adalah beberapa kategori yang potensial untuk dipertimbangkan sebelum Anda menentukan perguruan tinggi pascasarjana:
 
1. Peluang Karier: Seberapa baik perguruan tinggi ini memberikan peluang karier di masa depan? Apakah ini berspesialisasi dalam industri tertentu yang Anda minati? Seberapa banyak lapangan pekerjaan yang dikuasai oleh lulusan pascasarjana perguruan tinggi ini?
 
2. Biaya: Berapa harga yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program pasca sarjana? Apakah itu sesuai dengan keuangan Anda? Apakah ada bantuan keuangan atau uang beasiswa yang tersedia untuk program ini? Apakah harus membayar lunas secara penuh atau ada keringanan untuk mencicil biayanya?
 
3. Sumber Daya Manusia: Seperti apa nantinya teman-teman siswa Anda? Seperti apa dosen-dosen yang akan mengajar Anda? Apakah kelasnya beragam? Apakah para dosen, siswa dan staf lain merupakan orang-orang yang ramah? Apakah orang-orang disekitar Anda nantinya dapat membangun situasi belajar yang nyaman bagi setiap individu?
 
4. Lokasi: Apakah perguruan tinggi itu terletak di suatu tempat yang strategis? Apakah lokasi perguruan tinggi ini memungkinkan mobilitas Anda nantinya? Apakah lokasi perguruan tinggi ini dapat dijangkau dan membuat Anda bertahan untuk mencapainya selama beberapa tahun?
 
5. Akademik: Seperti apa kurikulumnya? Metode pembelajaran apa yang akan diterapkan? Berapa perbandingan jumlah kelas yang nyata dengan kelas virtual? Apakah ada keseimbangan antara pembelajaran di kelas dan proyek langsung?

6. Budaya Perguruan tinggi: Apa yang menjadi budaya khas keseluruhan perguruan tinggi? Apakah orang tampak santai atau kompetitif? Apakah ada banyak klub di kampus yang membuat Anda tertarik?
 
7. Hal Lain: Apakah ada sesuatu yang tidak dapat Anda lakukan yang membuat perguruan tinggi ini terasa istimewa? Apakah Anda telah mengunjungi perguruan tinggi tersebut dan benar-benar menyukainya? Apakah Anda telah melakukan riset dan peninjauan ulang untuk perguruan tinggi tersebut?.
 
Setelah Anda memilih kategori yang menjadi bahan utama pertimbangan Anda, tetapkan bobot untuk setiap kategori dengan membagi total 100 poin yang mungkin ke dalam kategori yang berbeda. Ini akan membantu Anda memahami faktor yang Anda prioritaskan saat memilih perguruan tinggi. Saya benar-benar menemukan ini sebagai bagian tersulit dari proses. Ya, sangatlah sulit untuk memutuskan berapa perguruan tinggi yang "bernilai" bagi Anda sebagai awal dari peluang karier yang luar biasa.
 
Selanjutnya, nilailah setiap perguruan tinggi yang ada dalam daftar pilihan Anda dengan setiap kategori sehingga Anda dapat menghasilkan skor akhir yang objektif. Misalnya, jika Anda berpikir lokasi perguruan tinggi tertentu sempurna, maka Anda dapat memberikan poin penuh untuk suatu kategori. Namun, jika ada sesuatu yang mengganggu Anda, misalnya tentang budaya perguruan tinggi, Anda hanya dapat memberikan beberapa poin, bukan dalam jumlah penuh.
 
Hal yang penting di sini adalah Anda harus mempertimbangkan tiap-tiap perguruan tinggi secara independen, bukan memberikan skor yang relatif. Untuk melakukan ini, Anda dapat melakukan riset melalui internet perguruan tinggi tersebut. Kunjungilah websitenya dan carilah data yang menjadi pendukung Anda dalam memberikan nilai terhadap sebuah perguruan tinggi.
 
Sekarang setelah Anda menyelesaikan penilaian, Anda dapat menghasilkan skor total dari 100 poin untuk setiap perguruan tinggi. Ini akan memungkinkan Anda membandingkan satu perguruan tinggi dengan yang lainnya dan hasilnya tentu akan mengarahkan Anda ke program yang paling memuaskan dan yang Anda cari.
 
Tentu saja akan ada dua kemungkinan hasil dari hal ini. hasilnya dapat menunjuk kepada sebuah perguruan tinggi benar-benar ingin Anda tuju, atau Anda akan marah karena hasilnya menunjuk ke arah perguruan tinggi yang bukan pilihan utama Anda. Menurut saya, kedua hasil ini sama-sama bermanfaat. Jika hasilnya menampilkan hal yang sudah Anda pikirkan, maka Anda baik-baik saja. Namun, jika Anda terkejut dengan nilai total akhir, Anda kembali untuk mengubah bobot sehingga perguruan tinggi yang lain yang akan "menang," Anda telah mempelajari sesuatu yang sama berharganya. Anda belajar bahwa program di sebuah perguruan tinggi tertentu Anda pilih berdasarkan keinginan hati Anda, bukan dari yang dikatakan oleh data. 
 
Jika demikian, ikutilah kata hati Anda. sesuatu yang dilakukan berdasarkan kata hati, biasanya akan lebih menyenangkan dan memberikan Anda semangat yang lebih ketika Anda menemui rintangan nantinya. Apapun yang menjadi keputusan Anda, pilihan ini semuanya bergantung kepada diri Anda sendiri. Dan faktor-faktor diatas adalah hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda dalam mengambil keputusan. Saya harap ini membantu Anda membuat keputusan perguruan tinggi pascasarjana Anda. Semoga berhasil!
Featured Career Advices
3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.