Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Tips Dalam Membuat Presentasi

5 Tips Dalam Membuat Presentasi


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 24, 2019

 
Ada banyak buku dan artikel di luar sana tentang cara memberikan presentasi yang bagus. Namun sayangnya, membuat pembicaraan yang berkesan bukan sekadar presentasi biasa merupakan hal yang sulit. Orang lebih cenderung mendengarkan cerita dengan penuh perhatian, tetapi dengan cepat kehilangan minat ketika disajikan dalam sebuah presentasi. Dalam lingkungan bisnis saat ini, presentasi adalah hal penting yang dapat memberikan keputusan bagi para pendengarnya, terutama pelanggan yang sedang mempertimbangkan untuk memiliki kerjasama ataupun membeli produk yang ditawarkan. Disinilah Anda memerlukan kemampuan presentasi yang bagus.
 
Tentu saja, mempresentasikan sesuatu tidak sesederhana hanya dengan memasukkan ide Anda. Ini membutuhkan bahan yang tepat dan cara penyampaian yang tepat untuk menarik perhatian pendengar Anda. Tetapi, jika Anda bersiap untuk presentasi besar, ini adalah tempat yang bagus untuk memulai. Jadi, mari kita lihat lima teknik klasik dan beberapa tips untuk sebuah presentasi yang kuat. Beberapa tips ini dapat Anda terapkan dalam presentasi apapun, baik saat dengan klien maupun dengan rekan kerja dan bos Anda. 
 
1. Pilih Waktu yang Tepat
Penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk presentasi adalah sekitar pukul 10 pagi. Jika memungkinkan, hindari presentasi tepat sebelum atau setelah makan siang, atau di sore hari, terutama dalam jam terakhir hari kerja. Anda tidak ingin melawan kegelisahan perut lapar atau kelesuan perut kenyang, Anda juga tidak ingin berjuang melawan kemerosotan energi sore hari. Tentu saja, waktu presentasi Anda tidak selalu terserah Anda. Jika Anda terjebak dengan waktu yang buruk, empat tips berikutnya dapat menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting.
 
2. Singkat, Padat dan Jelas. 
Jangan pernah menambahkan konten untuk memperpanjang presentasi bila tidak perlu. Jika Anda melakukannya, orang akan cepat bosan. Anda tidak pernah ingin mereka meninggalkan presentasi sambil berpikir, "Ya ampun, padahal dia bisa mengatakan itu dalam 15 menit tetapi dia malah menghabiskan waktu saya satu jam." Sampaikan materi dengan singkat, padat dan jelas. Maka para pendengar akan keluar dari ruangan dengan perasaan yang bahagia. 

3. Melibatkan Pendengar
Sulit untuk menarik perhatian orang selama lebih dari 20 menit. Salah satu solusinya adalah menjaga keterlibatan pendengar. Cobalah menyuntikkan humor untuk tertawa, atau mengajukan beberapa pertanyaan. Ketika saya berbicara kepada pendengar tentang pentingnya memilih perusahaan yang stabil untuk pekerjaan, saya selalu berkata, "Saya ingin melihat adakah diantara kita yang jika Anda pernah mengenal seseorang yang kehilangan pekerjaan karena perusahaan mereka dikelola dengan buruk dan bangkrut." Para pendengar akan mengangkat tangan mereka. Teknik ini membuat orang berpikir tentang hubungan konten yang saya sampaikan dengan kehidupan mereka sendiri, dan ini juga membantu mereka terlibat dalam pembicaraan. Para pendengar akan tetap bisa fokus dan tertarik dengan presentasi Anda.
 
4. Buat Koneksi Emosional 
Buatlah hubungan emosi, maka presentasi itu akan diingat. Ketika saya berbicara kepada pendengar tentang pentingnya memiliki pekerjaan yang tepat, saya sering mencoba memotivasi dan melibatkan mereka dengan membangkitkan emosi mereka: “Anda harus melihat pekerjaan Anda menyenangkan. Jika Anda tidak bahagia, cari pekerjaan di luar tempat Anda sekarang. Hidup bukan gladi resik. Kita hanya bisa berkeliling sekali. Jangan berakhir di ranjang kematian Anda dengan perasaan seperti Anda telah menyia-nyiakan hidup Anda." Ketika Anda menggunakan emosi dan gambaran mental, orang-orang akan menginternalisasi pesan yang terkandung, dan itu tetap ada dalam pikiran mereka.
 
5. Gunakan Visual
Penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari kita merupakan tipe pembelajar melalui pendengaran, sementara yang lain adalah pembelajar visual atau kinestetik. Itu berarti bahwa sebagian dari pendengar akan selalu menangkap sesuatu lebih baik ketika mereka melihat atau melakukan. Anda akan membantu pembelajar kinestetik dengan melibatkan mereka dalam presentasi Anda (lihat poin tiga), tetapi Anda juga dapat menyertakan pembelajar visual dengan meningkatkan kata-kata Anda dengan grafik yang bermanfaat. Ini juga akan meningkatkan pembelajaran dan perhatian untuk semua jenis pendengar.
 
Dalam menyampaikan presentasi secara visual, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
 
- Mudah dibaca
Tidak ada yang lebih buruk daripada memaksa pendengar Anda untuk menyipitkan mata mereka ketika memandang layar dan berusaha mati-matian untuk menguraikan pesan Anda. Jika slide Anda akan dicetak, ukuran tulisan 14, sah-sah saja. Tetapi jika Anda akan memproyeksikan pada layar dan, pertahankan ukuran huruf Anda (banyak ahli merekomendasikan setidaknya 28 poin). Dan terlepas dari itu, jauhi jenis tulisan yang sulit dibaca.

- Gunakan poin-poin, bukan paragraf
Poin-poin Anda harus berupa frasa yang jelas dan ringkas. Hindari memasukkan setiap kata yang akan Anda ucapkan, Anda tidak membutuhkan semuanya di halaman. Anda pastinya tidak ingin pendengar menghabiskan lebih banyak waktu membaca slide yang terlalu rinci daripada memperhatikan presentasi Anda, bukan?
 
- Menggunakan grafik? Pastikan semuanya jelas
Semua grafik, bagan, atau gambar harus mudah dijelaskan, cukup besar untuk dibaca, dan jelas relevan dengan subjek yang ada. Bantu pendengar Anda untuk memahami poin yang Anda buat dengan memberi judul bagan dengan kode yang Anda buat ("Penjualan naik 15% tahun ini, tetapi tetap sama di Q4") daripada deskripsi langsung tentang data apa yang Anda grafik ("Penjualan berdasarkan Kuartal") .
 
Namun, satu hal perlu Anda perhatikan, jangan terlalu mengandalkan alat bantu visual Anda. PowerPoint dan Keynote adalah aplikasi yang bagus, tetapi jangan membaca slide. Anda ingin audiens Anda fokus pada pesan Anda, bukan hanya pada slide.
 
Itulah lima tips klasik yang dapat membuat presentasi Anda berjalan dengan lancar dan baik. Mulailah presentasi Anda dengan ringkasan pembicaraan Anda dan kemudian akhiri dengan ulasan singkat tentang apa yang telah dibahas. Sekarang Anda sudah memiliki penyegaran, keluarlah dan mulai presentasi. Semoga sukses. 
Featured Career Advices
Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri