Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Strategi Manajemen Konflik

5 Strategi Manajemen Konflik


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 09, 2019

 
Ada sebuah perkataan yang mengatakan bahwa baik atau buruknya sebuah konflik tergantung pada cara kita mengelolanya. Pemimpin yang efektif akan mengidentifikasi, memahami dan mengembangkan resolusi cepat dan cerdas dalam menghadapi konflik di tempat kerja, yang kebanyakan membutuhkan konfrontasi. Tetapi banyak yang menghindari konfrontasi, orang memilih untuk menghindari percakapan yang sulit dengan pengalihan topik. Tetapi, melarikan diri dari konflik tidak akan menyelesaikan apa pun. Ini hanya membuat konflik semakin memburuk.
 
Menghindari konfrontasi akan menyebabkan gangguan komunikasi dan hubungan yang rusak. Ini juga dapat mengurangi produktivitas dan moral yang dimiliki organisasi. Apakah rekan pembaca seringkali menghindari diri dari konfrontasi atau percakapan yang sulit? Cobalah untuk menjawab pertanyaan di bawah ini:
- Dari skala 1-5, seberapa nyamankah Anda berada dalam percakapan yang sulit?
- Metode apa yang Anda gunakan saat Anda memiliki konflik dengan rekan kerja? Apakah Anda menggunakan email, telepon atau menghadapinya melalui tatap muka langsung?
- Apakah sulit bagi Anda untuk mengelola emosi secara efektif ketika harus berbicara tentang situasi yang menantang atau menimbulkan ketakutan?
- Bagaimana Anda menciptakan dialog terbuka dengan tim sekalipun berada dalam keadaan yang sulit?
- Bagaimana Anda dapat mengendalikan diri dan tetap tenang saat melakukan konfrontasi?
- Seberapa nyaman Anda memberikan umpan balik negatif?
 
Dan berikut adalah 5 strategi manajemen konflik yang dapat dapat menjadi panduan Anda untuk membangun budaya tempat kerja yang sehat dalam menghadapi konflik dan menghadapi konfrontasi pada waktu yang tepat dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri:
1. Identifikasi peluang.
Strategi manajemen konflik yang pertama adalah mengidentifikasi peluang. Dengan memiliki pandangan yang positif akan konfrontasi, Anda akan mampu melihat sebuah konflik sebagai peluang bagi kedua belah pihak untuk bertumbuh, belajar dan berkembang. Jika Anda menghindari konflik tersebut, topik dan hal-hal detail yang mendasari konflik merupakan hal-hal yang jarang Anda miliki. Tetapi ketika Anda mengalaminya, diskusikan, dan jadikanlah peluang tersebut sebagai kesempatan untuk Anda bertumbuh dan melakukan inovasi.
 
2. Bangun budaya memberikan dan menerima umpan balik.
Strategi manajemen konflik yang kedua adalah membangun budaya memberikan dan menerima umpan balik. Mintalah tim Anda untuk memberikan umpan balik yang sehat dan berkala. Ini akan membantu Anda untuk menunjukkan keberanian dan transparansi. Biarkan kebenaran yang tidak menyenangkan mengalir keluar secara bertahap dan menumbuhkan rasa persahabatan juga pemahaman di dalam organisasi, sehingga nantinya akan mengurangi risiko konflik di masa depan.
 
Terlebih lagi, menciptakan dialog yang jujur membuat anggota tim tahu bahwa pendapat mereka dihargai. Ini akan meningkatkan keterlibatan mereka. Sehingga, ketika konfrontasi muncul, mereka akan merasa jauh lebih terbuka dalam menerima umpan balik dan mengapresiasi umpan balik yang diberikan. 

3. Bersikap proaktif tetapi jangan langsung menyimpulkan.
Strategi manajemen konflik yang ketiga adalah bersikap proaktif, tetapi jangan langsung menyimpulkan. Hindari perilaku yang menimbulkan masalah dengan menindaki konflik secara cepat, tetapi jangan langsung mengambil kesimpulan sebelum Anda benar-benar memahami situasi. Asumsikan niat positif untuk segera mengaktifkan semangat yang dapat meredakan situasi.
 
Cara lain untuk menjadi proaktif adalah mengukur kata-kata Anda untuk menghindari menjadi sumber konflik. Pastikan bahwa kata-kata yang Anda berikan tidak akan menimbulkan konflik baru. Sebaliknya, biarkan kata-kata Anda seperti air yang memadamkan api konflik yang berkobar.
 
4. Jangan menggunakan email untuk menyelesaikan konflik.
Strategi manajemen konflik yang keempat adalah jangan menggunakan email untuk menyelesaikan konflik. Sudah saatnya Anda menyamankan diri dengan pembicaraan langsung yang tidak nyaman. Biarkan ketakutan Anda menjadi kompas Anda. Semakin banyak emosi yang Anda rasakan, semakin banyak situasi yang akan dapat Anda atasi.  
 
Jika Anda tidak melakukannya, maka Anda tunduk kepada ketakutan Anda. Manajemen konflik yang efektif membutuhkan kesadaran nyata akan fakta dan perhatian Anda. 

5. Terlibat secara produktif melalui cerita. 
Strategi manajemen konflik yang kelima adalah terlibat secara produktif melalui cerita. Sebelum melakukan konfrontasi apa pun, pertimbangkan bahwa orang lain mungkin benar sejak awal dan pertanyakan pendapat Anda sendiri. Ketika Anda benar-benar menyampaikan kekhawatiran Anda, mulailah dengan bercerita daripada harus memberikan rangkuman tanpa solusi. Kita menjalani kehidupan dengan banyak cerita yang menarik dan menghibur. Buatlah cerita Anda dan biarkan orang lain memberikan tanggapan mereka dan dengarkan mereka dengan sungguh-sungguh.
 
Cobalah untuk menggunakan humor dalam melakukan konfrontasi agar dapat mengurangi beban konfrontasi itu sendiri sehingga segala sesuatu dapat disampaikan dan diterima dengan baik. Setiap hubungan memiliki sentuhan khusus, cerita dan humor dapat menjadi cara yang lebih efektif dalam mengelola konflik daripada email.
 
Itulah 5 strategi manajemen konflik yang dapat menjadi panduan bagi rekan pembaca Career Advice. Konflik adalah sesuatu yang tak terhindari. Namun, solusi yang tepat adalah menghadapinya, bukan melarikan diri. Jika Anda bertanggung jawab penuh dan berkomitmen dalam kelima strategi manajemen konflik ini, Anda pasti akan mampu menghasilkan konfrontasi yang produktif. Keraguan diri dan perasaan tidak nyaman yang Anda miliki akan berubah menjadi keteguhan hati, keberanian serta pemahaman akan perubahan yang sehat. Dan inilah yang akan dapat memajukan Anda secara pribadi maupun profesional.
 
Jadi, apakah rekan pembaca ingin terus mengalami kemajuan? Mari kita sama-sama menerapkan 5 strategi manajemen konflik ini ketika kita menghadapi konflik dalam kehidupan, khususnya perjalanan karier kita. Hadapi dengan tenang dan jangan melarikan diri. Semoga berhasil. Salam sukses.
Featured Career Advices
4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

10 Cara Menjadi Kaya Raya ala Generasi Milenial

10 Cara Menjadi Kaya Raya ala Generasi Milenial

5 Faktor Internal yang Menghambat Kesuksesan Bisnis

5 Faktor Internal yang Menghambat Kesuksesan Bisnis