Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Kesalahan Fatal Dalam Wawancara Kerja

5 Kesalahan Fatal Dalam Wawancara Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Oct 23, 2018

 
Wawancara kerja adalah salah satu hal yang paling ditakuti oleh para calon karyawan yang sedang gigih dalam mencari pekerjaan yang mereka inginkan. Hal ini juga dapat membuat calon karyawan menjadi bimbang karena mereka harus ‘menjual dan mempromosikan’ diri mereka dengan segala pencapaian yang mereka miliki namun, di sisi lain mereka juga harus menyampaikannya dengan segala kerendahan hati agar tidak terlihat sombong dan berlebihan.  Dalam kata lain, saat Anda melakukan wawancara, Anda harus berkata singkat namun membuat para perekrut mengerti bahwa Anda memiliki kemampuan yang mereka cari. 
 
Anda juga harus ingat bahwa terlalu berlebihan menceritakan pencapaian apa yang telah Anda raih di perusahaan sebelumnya, juga akan memberikan kesan yang kurang baik. Daripada Anda menghabiskan waktu Anda untuk menceritakan hal tersebut, lebih baik Anda menjelaskan tentang nilai-nilai apa saja yang dapat Anda berikan terhadap tim, produk serta perusahaan tersebut agar para perekrut mengerti lebih jelas bagaimana Anda sebenarnya. 
 
Nah! pada kali ini kita akan membahas lima kesalahan fatal yang benar-benar harus Anda hindari saat melakukan wawancara kerja
 
1. Tidak memiliki persiapan yang matang 
Ini adalah kesalahan utama yang sangat sering dilakukan oleh para pencari kerja saat mereka menghadapi wawancara kerja. Sebagai contoh: 
Pewawancara: “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?”
Kandidat: “Hmm, saya tidak sepenuhnya mengetahui tentang perusahaan ini karena saya hanya mendaftar semua lowongan kerja yang saya temukan di website pencarian kerja XYZ.”
Oh tidak! Jawaban seperti itu sangatlah fatal. Bagaimana Anda dapat bergabung pada suatu perusahaan tanpa Anda mengetahui latar belakang perusahaan serta apa yang perusahaan tersebut produksi? Sediakan waktu 30-60 menit untuk mencari informasi tentang perusahaan yang memanggil Anda untuk sesi wawancara sehingga Anda bisa menjawab segala pertanyaan pewawancara dengan baik dan benar.
 
2. Tidak bersemangat saat sesi wawancara
Anda perlu ingat bahwa para perekrut memiliki ekspektasi yang besar untuk bertemu dengan kandidat yang bergairah dan bersemangat dengan pekerjaan yang mereka perjuangkan. Namun, jika cara Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara dengan nada yang tidak meyakinkan, bagaimana perekrut dapat percaya bahwa Anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut? Sebagai contoh:
Pewawancara: “Apa yang membuat Anda tertarik untuk bekerja dengan perusahaan kami?”
Kandidat: “Saat saya membuka email ternyata saya mendapat panggilan wawancara di perusahaan ini, jadi saya coba saja.”
 
Saya tidak akan heran jika perekrut akan merasa kecewa dengan jawaban yang seperti itu. Jika Anda mendapatkan pertanyaan yang seperti ini, Anda dapat menjelaskan bagaimana Anda ingin memajukan perusahaan dan tim, bukan hanya diri Anda sendiri. Tunjukkan bahwa Anda adalah seorang pemain tim yang baik yang dapat memberikan dampak yang hebat untuk perusahaan tersebut. 
 
3. Kurang memiliki kesadaran diri
Saat sesi wawancara berlangsung, tanpa kita sadari para perekrut juga menguji kesadaran diri kita. Terutama kesadaran akan kelebihan serta kekurangan kita. Selain itu, mereka juga menguji kita apakah kita adalah seseorang yang rela dalam mendapatkan umpan balik atau tidak
Pewawancara: “Tolong ceritakan, apa kelemahan terbesar Anda?”
Kandidat: “Saya bekerja terlalu keras dan terlalu peduli dengan apa yang saya kerjakan.”
Jawablah pertanyaan seperti ini dengan penyampaian yang positif dan baik. Jika Anda menjawab seperti demikian, mungkin Anda akan terlihat seperti tidak memiliki kekurangan apapun. Selain itu, pewawancara juga akan berpikir bahwa Anda tidak cukup sadar dengan kelemahan Anda dan tidak terbuka untuk pertumbuhan. 
 
Dengan menceritakan apa yang sedang Anda perbaiki dari kelemahan Anda tersebut, Anda akan membangun hubungan yang baik dengan pewawancara karena telah bersikap jujur dan apa adanya.
 
4. Bersikap egois dan ingin menang sendiri
Pewawancara: “Apa yang Anda harapkan pada posisi kerja ini?”
Kandidat: “Jika saya mendapatkan posisi ini, saya berharap dapat memperluas jaringan dan membuat karir saya semakin melejit.”
Saat Anda bergabung ke dalam suatu institusi atau perusahaan, Anda juga harus memikirkan perkembangan tim dan perusahaan Anda, bukan hanya diri Anda sendiri. Perekrut ingin bekerja dengan seseorang yang rendah hati dan mau belajar untuk berkembang, bukan seseorang yang melihat pekerjaannya sebagai batu loncatan untuk sesuatu yang lebih dan hanya memikirkan dirinya sendiri.
 
5. Sedikit Mendengarkan
Kandidat yang kuat adalah pendengar yang baik. Bertanya dan belajar apa arti dibalik pertanyaan itu penting. Tunjukkan bahwa Anda ingin tahu secara intelektual dan ingin menyesuaikan jawaban serta pengetahuan Anda dengan informasi-informasi baru yang mungkin belum Anda ketahui sebelumya.
Tujuan pewawancara memberi pertanyaan-pertanyaan lain adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang keahlian Anda serta kemampuan penalaran deduktif Anda.
 
Tunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang akan membawa tingkat komitmen dan energi untuk pekerjaan itu dengan menunjukkan semangat untuk ruang, perusahaan, dan orang-orang. Biarkan pewawancara melihat pola pikir, fleksibilitas, dan kesadaran diri Anda sehingga mereka tahu Anda dapat mendengarkan umpan balik dan belajar untuk terus berkembang.
Featured Career Advices
Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal