Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari di Tempat Kerja

5 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari di Tempat Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 28, 2019

Ketika kita mendengar kata “komunikasi”, ini bukan hanya tentang komunikasi verbal, namun juga komunikasi non-verbal. Komunikasi non-verbal itu mencakup mimik dan gerak tubuh seseorang, atau biasa kita sebut sebagai ‘bahasa tubuh’. Bahasa tubuh yang kita berikan ternyata memberikan arti tersirat yang bisa dibaca dengan jelas oleh orang-orang yang memahaminya loh!
 
Wah kalau sudah seperti ini, berarti kita tidak boleh sembarangan dalam memperlihatkan Bahasa tubuh kita kepada orang lain. Karena bisa saja bahasa tubuh yang salah memberikan makna yang salah atau mungkin membuat orang lain menjadi salah paham dengan kita. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dengan bagaimana kita mengekspresikan diri melalui bahasa tubuh kepada orang lain. 
 
Pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang 5 kesalahan bahasa tubuh yang benar-benar harus kita hindari di tempat kerja. Tidak peduli dimanapun rekan pembaca bekerja, entah di lapangan, kantor, ataupun bekerja di rumah. Selagi rekan pembaca akan bertemu dan berinteraksi langsung dengan orang lain saat bekerja, Anda perlu menghindari 5 bahasa tubuh di bawah ini. Kira-kira apa saja ya? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 

1. Menghindari Kontak Mata.
Seperti sebuah ungkapan yang sering kita dengar, “mata adalah jendela hati”. Melalui mata kita bisa membaca gerak-gerik seseorang, apakah orang itu sedang berbohong, berkata jujur atau mungkin sedang marah. Dalam komunikasi, ketika kita sedang berbicara dengan orang lain, entah itu audiens, rekan kerja, mitra bisnis atau bahkan manajer kita. Lalu kita berusaha untuk menghindari kontak mata dengan mereka, ini hanya akan membuat kita terlihat tidak profesional. Mengapa? Karena menghindari kontak mata hanya akan membuat kita seperti tidak tertarik dengan topik pembicaraan yang sedang berlangsung. Logikanya, jika topik tersebut sangatlah penting, maka kita akan memperhatikan dan mendengarkannya dengan seksama. 
 
Bukan hanya itu, lawan bicara kita juga akan menganggap kita sebagai seorang yang kurang atau tidak percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang lain. Itulah mengapa kita berusaha untuk memalingkan pandangan karena takut untuk memandang orang lain. 
 
Indikasi lain yang bisa disimpulkan dari orang-orang yang menghindari kontak mata adalah ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh orang tersebut, sehingga mereka memalingkan matanya agar si lawan bicara tidak mengetahui sebuah kebenaran yang sedang disembunyikan. Untuk menghindari persepsi buruk atau kesalahpahaman, maka kita harus selalu mempertahankan kontak mata, terutama ketika seseorang sedang menyampaikan poin yang sangat penting kepada kita. 
 
2. Menyilangkan Jari-jari Tangan.
Pernahkah rekan pembaca melihat seseorang yang selalu menyilangkan jari-jari tangannya? Misalnya, ketika seseorang mendengarkan orang lain berbicara, jari-jari tangannya disilangkan seakan sedang menutupi sesuatu. 
 
Di dalam ilmu psikologi, menyilangkan jari-jari tangan menandakan bahwa kita tidak terbuka atau tidak mau terbuka dengan orang lain, terutama dengan lawan bicara kita saat itu. Tidak hanya itu, ini juga mengindikasikan bahwa kita ingin menjaga jarak dari mereka yang sedang berinteraksi dengan kita. Ada hal-hal yang sedang kita tutupi, sehingga kita tidak ingin menceritakan hal tersebut kepada lawan bicara. 
 
Secara umum, menyilangkan jari-jari tangan juga dapat diindikasikan sebagai posisi yang defensif. Kita perlu menghindari bahasa tubuh ini di tempat kerja, terutama ketika kita sedang berdiskusi hal penting dengan bos, manajer atau dengan klien dan mitra bisnis kita. Jangan sampai mereka menjadi salah paham dengan kita, karena membaca kesalahan bahasa tubuh yang kita berikan ini. 
 
3. Memandangi Jam secara Terus-Menerus. 
Coba bayangkan skenario ini ya, seorang karyawan dan manajernya sedang mengadakan coaching, lalu karyawan selalu melihat waktu di jam tangannya secara terus-menerus. Menurut rekan pembaca, apa yang akan dirasakan oleh manajernya? Apakah manajernya akan merasa senang jika karyawannya terlihat gelisah dan selalu melihat jam tangan, atau manajernya akan merasa tersinggung? 
 
Jawaban yang tepat adalah manajer akan merasa tersinggung. Mengapa? karena melihat jam tangan atau jam dinding dengan frekuensi yang sangat sering, hanya akan membuat lawan bicara kita tersinggung dan merasa bahwa kita tidak nyaman berbicara dengan mereka. Sehingga, kita ingin segera menyelesaikan percakapan dengan mereka. 
 
4. Hindari Postur Tubuh yang Membungkuk dan Tatapan yang Menunduk. 
Postur tubuh yang selalu membungkuk hanya akan membuat kita terlihat seperti orang yang tidak bersemangat dalam menjalani hari. Apalagi jika kita harus bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang penting di kantor atau menghadiri sebuah sesi penting seperti, sesi wawancara. Ketika kita mempertahankan posisi tubuh yang membungkuk di dalam sesi wawancara, perekrut akan menganggap bahwa kita bukanlah orang yang bergairah untuk bekerja. 
 
Layaknya orang yang suka bermalas-malasan, perekrut akan merasa ragu untuk menjadikan kita sebagai karyawan mereka, karena mereka takut kita tidak akan berkomitmen dengan pekerjaan yang diberikan. Selain itu, tatapan mata yang selalu menunduk ketika berbicara dengan orang lain, juga harus dihindari. Mengapa? Karena bahasa tubuh seperti ini mengindikasikan bahwa kita kurang memiliki kepercayaan diri. 
 
5. Berjabat Tangan dengan Lemah. 
Cara kita berjabat tangan dengan orang lain juga dapat menentukan kepribadian kita loh! Berjabat tangan dengan lemah hanya akan memberikan kesan bahwa kita adalah seseorang yang tidak percaya diri atau ogah-ogahan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang yang berjabat tangan dengan kita. 
 
Dari 5 kesalahan bahasa tubuh di atas, apakah rekan pembaca pernah melakukan satu di antaranya? Jika “ya”, Yuk kita hindari 5 kesalahan bahasa tubuh di atas mulai dari sekarang, demi karier yang lebih baik di masa depan. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

5 Cara Mengatasi Iri Hati

5 Cara Mengatasi Iri Hati

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

Tegas

Tegas

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi