Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Menghilangkan Rasa Malas dan Menjadi Lebih Produktif

5 Cara Menghilangkan Rasa Malas dan Menjadi Lebih Produktif


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 31, 2019

Rasa malas bisa saja datang dan menjadi penghalang untuk menyelesaikan pekerjaan. Wah, rasanya akan sangat tidak enak ketika rasa malas itu timbul disaat kita memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
 
Jika rasa malas tersebut dibiarkan, kita akan menjadi orang yang tidak produktif. Untuk itu, kita perlu menghilangkan rasa malas agar dapat menjadi produktif kembali. Bagaimana kita dapat menghilangkan rasa malas dan kembali menjadi produktif? Berikut adalah 5 cara menghilangkan kemalasan dan menjadi lebih produktif.
 
1. Membuat jadwal. 
Membuat daftar ‘To Do List’ dapat menjadi hal yang sia-sia jika kita tidak melakukan aksi nyata. ‘To Do List’ merupakan langkah awal yang menyadarkan kita tentang tugas-tugas yang kita miliki dan langkah selanjutnya untuk mengerjakannya. 
 
Dengan membuat jadwal, kita dapat mengetahui banyaknya waktu yang dimiliki secara keseluruhan, serta lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas. Ini membantu kita untuk menyusun daftar pekerjaan dengan tepat dan menempatkan tugas-tugas terberat pada jam produktif tertentu.
 
Para ahli juga setuju bahwa jika kita tidak mengetahui dengan jelas lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu hal, perencanaan yang kita buat pun tidak akan berjalan dengan baik. Jadwal yang dimiliki, membuat kita dapat menggunakan waktu dengan maksimal. Kita tidak akan membuang waktu untuk melakukan hal yang sia-sia. Ini juga menghindari kita untuk melakukan penundaan. 
 
Yuk, mulai sekarang pastikan bahwa rekan pembaca selalu membuat perencanaan sebelum menjalani hari ya. Dengan begitu, kita menjadi lebih produktif dan mampu menyelesaikan banyak hal. Kita tidak perlu berpikir bahwa jadwal tersebut haruslah sempurna. Jadwal tersebut tidak harus sempurna, karena segala sesuatu bisa saja berubah. 

2. Menentukan tenggat waktu.
Anggaplah rekan pembaca akan pulang pada pukul 17.00, tentu kita harus menyelesaikan semua tugas sebelum pukul 17.00, bukan? Inilah yang membuat kita harus memiliki jadwal produktivitas yang pasti. 
 
Untuk menghilangkan rasa malas dan menjadi produktif, kita harus memiliki batasan yang jelas. Jika kita harus pulang ke rumah pada pukul 17.00, cobalah untuk berjalan mundur dalam mengatur hari. Tentukan hal apa yang harus dilakukan sebelum kita mengakhiri hari tersebut. Dengan begitu, kita akan mampu mengendalikan hari kita dengan baik. 
 
3. Membuat perencanaan mingguan.
Kita tidak bisa bergerak maju jika kita hanya berpikir tentang hari ini, melainkan juga harus memikirkan hari esok. Jadi, sangatlah penting untuk membuat perencanaan mingguan. Bagaimana kita dapat membuat perencanaan mingguan yang tepat?
 
Setiap hari Senin, rencanakan hal yang akan kita kerjakan selama satu minggu. Periksa setiap pesan masuk, daftar ‘To Do List’ yang kita miliki, dan jadwal lain yang ada dalam agenda. Buatlah juga daftar hal yang harus kita lakukan, pertemuan yang harus dihadiri, atau bahkan pekerjaan yang harus diselesaikan selama satu minggu. 
 
Simpanlah perencanaan tersebut di tempat yang mudah terlihat, atau gunakan pengingat bantuan dari ponsel cerdas yang kita miliki. Dengan begitu, kita akan mengetahui dengan jelas mengenai hal-hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan selama satu minggu. 
 
Ketika kita menjalani satu minggu sesuai dengan jadwal tersebut, kita telah menggunakan waktu dengan bijaksana. Perencanaan ini membantu kita untuk menjadi lebih produktif. Terkadang, rasa malas timbul karena kita tidak mengetahui dengan jelas mengenai hal yang harus dilakukan. Jadi, menghindari rasa malas tersebut dengan membuat perencanaan mingguan yang jelas ya, rekan pembaca.

4. Lakukan sedikit, tetapi mendapatkan hasil yang luar biasa.
Cara menghilangkan kemalasan yang selanjutnya adalah melakukan lebih sedikit tetapi mendapatkan hasil yang luar biasa. Semakin banyak hal yang harus diselesaikan, semakin kita tidak ingin menyelesaikannya.
 
Jadi, kita harus mengerjakan lebih sedikit. Jika diperhatikan, tidak semua pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang penting. Misalnya, kita selalu membantu orang lain menyelesaikan pekerjaannya dan selalu menjawab “ya” atas permintaan orang lain justru hanya akan menyulitkan kita. Oleh karena itu, kita harus bisa menghilangkan tugas-tugas yang tidak terlalu perlu. 
 
Pekerjaan yang kita hasilkan akan menentukan siapa kita. Jadi, jika kita ingin memberikan kinerja terbaik, lakukanlah lebih sedikit. Ini akan memampukan kita untuk memiliki hasil yang maksimal. Yuk rekan pembaca, cobalah untuk lebih selektif lagi dalam mengerjakan tugas kita ya.
 
5. Menyelesaikan lebih banyak tugas yang sulit dan mendalam.
Langkah selanjutnya untuk menghilangkan rasa malas adalah dengan memisahkan tugas-tugas yang mudah dan tugas-tugas yang sulit. Setiap pekerjaan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Ada pekerjaan yang mudah dan ada juga pekerjaan yang sulit yang harus diselesaikan secara mendalam.
 
Apa saja yang dimaksud dengan pekerjaan yang mudah? Ya, seperti membalas email, menghadiri rapat dan menyampaikan informasi. Pekerjaan-pekerjaan ini disebut sebagai tugas-tugas yang mudah karena kita tidak perlu menggunakan kemampuan yang mendalam.
 
Lalu, apa saja yang dimaksud dengan pekerjaan yang sulit? Pekerjaan yang sulit dan mendalam akan mengerahkan beberapa kemampuan kita untuk menyelesaikannya. Tentu saja ini akan menghasilkan nilai lebih dan meningkatkan keterampilan yang kita miliki.
 
Permasalahan yang sering terjadi adalah kita lebih fokus pada pekerjaan yang mudah, dibandingkan dengan pekerjaan yang sulit. Untuk itu, berhentilah memeriksa email di pagi hari. Rekan pembaca mungkin akan merasa bingung dengan hal ini, tetapi pagi hari merupakan waktu dimana kita memiliki produktivitas konsentrasi yang tinggi. Akan lebih baik jika kita menggunakan waktu tersebut untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dan mendalam. 
 
Ini akan menghindari kita dari penurunan konsentrasi dan mengalami kelelahan. Jika konsentrasi kita menurun dan merasa lelah, rasa malas akan menghampiri dan menggoda kita untuk tidak melakukan pekerjaan lainnya. Wah, tentu saja ini akan merugikan diri kita. Kita akan menjadi tidak produktif dan memiliki banyak tugas yang menumpuk nantinya.
 
Nah, inilah 5 cara menghilangkan rasa malas dan menjadi lebih produktif. Kemalasan hanyalah penghambat untuk kita menghasilkan produktivitas dalam pekerjaan. Tentu saja kita tidak boleh membiarkan rasa malas itu menguasainya.
 
Untuk menghilangkan rasa malas, buatlah perencanaan yang tepat, baik rencana harian maupun rencana mingguan, tetapkan tenggat waktu untuk setiap pekerjaan kita, lakukan lebih sedikit, tetapi mendapatkan hasil yang maksimal, dan terakhir adalah memprioritaskan pekerjaan yang kita miliki. 
 
Perencanaan yang tepat, dapat membuat kita menyelesaikan segala pekerjaan tepat waktu, menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang atau melakukan hal-hal membanggakan lainnya. Tentu saja ini akan membuat rekan pembaca menjadi jauh lebih bahagia. Jadi, selamat menjadi orang yang produktif, rekan pembaca.
Featured Career Advices
4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

5 Cara Mengatasi Iri Hati

5 Cara Mengatasi Iri Hati

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

Tegas

Tegas

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi