Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Perbedaan LinkedIn dan Resume

4 Perbedaan LinkedIn dan Resume


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Dec 05, 2018

 
Resume adalah salah satu hal penting yang perlu Anda perhatikan untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, sehingga tidak heran jika Anda memberikan waktu yang lebih untuk menyempurnakan resume Anda. Dengan perkembangan teknologi, Anda juga mungkin berpikir bahwa “membentangkan sayap” Anda di dunia online juga sangat perlu, LinkedIn adalah salah satunya. Banyak para profesional yang memiliki tampilan akun yang menawan sehingga banyak perekrut yang melirik mereka untuk menjadi bagian dari bisnis mereka. 
 
Di sisi lain Anda sudah merasa sangat puas dengan tampilan serta konten yang disertakan ke dalam resume Anda, sehingga Anda berpikir untuk menyalin ulang secara persis tentang semua hal yang ada di resume ke dalam tampilan LinkedIn Anda. 
 
Oh, Tidak! Sekali lagi saya katakan tidak. Ini sama saja Anda tidak “mempromosikan diri” Anda kepada dunia.  Kenapa begitu? Ya jelas saja, apa yang berbeda antara isi resume dan tampilan LinkedIn Anda? Tidak ada. Dalam hal ini, Anda harus tahu bahwa LinkedIn dan Resume adalah dua hal yang berbeda yang tentunya harus Anda bedakan juga kontennya. Maka, pada artikel kali ini kita akan membahas perbedaan antara keduanya. 
 
1. Tulis Pengalaman Anda Lebih Rinci di LinkedIn
LinkedIn tidak seperti resume yang akan dibaca oleh perekrut yang lebih memilih membaca sesuatu yang rinci namun singkat. Pada tampilan LinkedIn Anda, kami menyarankan Anda untuk menceritakan pengalaman kerja serta prestasi-prestasi yang pernah Anda raih secara rinci dan jelas (tentunya, tidak perlu singkat). Mereka yang berkunjung ke profil LinkedIn Anda menandakan bahwa mereka benar-benar berniat untuk membaca cerita hidup Anda. Jadi, membaca pengalaman dalam beberapa paragraf panjang sebenarnya bukan suatu masalah. Mari lihat contoh di bawah ini: 
 
Resume: "Meningkatkan penjualan sebesar 25% dengan menerapkan program penjualan baru..."
 
LinkedIn: 
“Saya berpengalaman pada posisi di bidang Penjualan dengan perusahaan “A”. Pengalaman penjualan saya sebelumnya memungkinkan saya untuk memberikan hasil langsung, seperti meningkatkan basis pelanggan kami dengan ... ”
 
2. Jangan Tampilkan Sesuatu yang Stagnan
Di dalam akun sosial LinkedIn tentunya ada banyak profesional yang datang dari bermacam-macam latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Dalam hal ini, kami menyarankan Anda untuk tidak membatasi diri Anda hanya untuk dikenal dan berkenalan dengan para profesional yang berasal dari bidang pekerjaan Anda saja. Anda harus bergaul!
 
Pada resume, Anda dapat mencantumkan bahwa Anda sangat tertarik di bidang penjualan (hanya menyebutkan satu bidang), dan Anda juga memiliki pengalaman yang cukup lama di bidang tersebut. 
 
Namun, kami tidak menyarankan Anda melakukan hal yang sama di dalam profil LinkedIn Anda. Kalau Anda saja membuat profil LinkedIn dengan stagnan, maka orang-orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengan Anda bisa saja merasa canggung untuk sekedar berkunjung atau melakukan koneksi. Bisa saja mereka menganggap Anda tidak akan tertarik untuk membagikan pengalaman Anda kepada para profesional di bidang lainnya. 
 
3. Tunjukkan Kelebihan Anda di Tampilan LinkedIn
Mungkin Anda hanya dapat mencantumkan nama bos Anda yang sebelumnya serta alamat email dan nomor ponsel yang dapat dihubungi di dalam resume Anda, namun tidak bagi LinkedIn. Anda dapat berteman dengan bos atau rekan-rekan kerja Anda di kantor sebelumnya yang benar-benar tahu kualitas diri Anda. 
 
Akan sangat lebih baik, jika Anda memiliki beberapa pesan sanjungan atau rekomendasi dari mereka atas kerja keras dan kontribusi yang telah Anda berikan selama ini. Hal ini akan sangat menarik untuk dibaca oleh koneksi Anda yang lainnya atau mungkin perekrut yang sedang berburu kandidat yang seperti Anda. 
 
Gunakan semua media yang tersedia di LinkedIn untuk mendukung apa pun yang Anda klaim dapat Anda lakukan. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini ya!

4. Tidak Harus Terlalu Formal
Kami mengerti bahwa Anda ingin membuat para profesional lainnya terpukau dengan segala prestasi yang Anda miliki, namun Anda juga harus berhati-hati dalam setiap pemilihan kata yang Anda gunakan. Gunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh semua orang. Dalam kata lain, jangan mencantumkan kalimat yang membingungkan para pembaca LinkedIn dan resume Anda. 
 
Dengan memahami perbedaan antara LinkedIn dan Resume, serta meluangkan waktu untuk menyempurnakan profil Anda, maka Anda akan memiliki tampilan LinkedIn yang bermanfaat untuk “membentangkan sayap” Anda di dunia kerja.
Featured Career Advices
3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.