Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Kesalahpahaman Cara Berpikir Mengenai Seorang Perekrut

4 Kesalahpahaman Cara Berpikir Mengenai Seorang Perekrut


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 16, 2019

 
Ada banyak orang yang ingin memiliki karier di bidang perekrutan namun terhalang oleh mitos-mitos yang beredar di masyarakat luas. Ketika Anda mendengar kata ‘perekrut’, Anda mungkin berpikir tentang orang-orang di kampus Anda yang berdiri di belakang meja dengan memegang papan, selebaran dan formulir pendaftaran. Atau Anda mungkin membayangkan orang-orang yang datang ke seminar atau pelatihan yang bertemakan networking lalu datang menghampiri Anda dan meminta informasi Anda Mungkin juga kata ini membawa Anda kepada sebuah perekrutan akan seseorang yang melakukan banyak perjalanan untuk membagikan brosur dan mendapatkan peserta.
 
Tetapi inilah kenyataannya: Merekrut bukanlah tentang hal-hal tersebut. Ini adalah peran yang melibatkan bayaran, kompetensi, dan teknologi. Dan dengan mempelajari hal ini, perekrut akan memiliki kesempatan untuk menjadi karyawan yang berkeahlian tinggi dengan kompensasi yang baik segera setelah lulus kuliah. Berikut adalah mitos-mitos yang berada pada cara berpikir kebanyakan orang tentang perekrut. 

Mitos # 1: Seorang perekrut sama seperti seorang perekrut mahasiswa di kampus.
Ada perbedaan besar antara memiliki pekerjaan sebagai perekrut mahasiswa di sebuah kampus dan berkarier sebagai seorang perekrut profesional. Perekrut bukanlah orang yang sering mengunjungi sebuah situs online dan berlama-lama berada pada situs tersebut. Perekrut juga tidak akan melihat mereka berdiri di tikungan jalan, membagi-bagikan materi yang dicetak kepada setiap orang yang lewat. Bahkan banyak para perekrut tidak pernah menginjak kampus mereka lagi sejak mereka lulus.
 
Banyak perekrut yang bekerja untuk biro iklan atau bekerja sebaga staf perekrut di sebuah perusahaan perekrutan. Mereka bekerja sebagai perekrut yang mencari kandidat pelamar yang memenuhi syarat dengan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka. Mereka bekerja di luar kantor, memanfaatkan data dan keahlian mereka untuk menilai kandidat-kandidat yang melamar. Dan karena pendekatan modern ini mereka biasanya harus menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam satu hari.

Mitos # 2: Perekrut tidak menghasilkan banyak uang.
Kebanyakan perekrut akan memberi tahu perekrut, salah satu bagian terbaik dari pekerjaan selain membantu orang menemukan pekerjaan impian mereka adalah upah yang kompetitif. Dalam sistem perusahaan, di luar gaji pokok perekrut, perekrut mungkin saja mendapatkan komisi untuk peran yang perekrut pada sebuah pekerjaan. Itu berarti semakin baik perekrut dan semakin besar tanggung jawab perekrut, semakin banyak uang yang akan perekrut hasilkan. Dalam peran ini, orang yang bekerja lebih akan mendapatkan lebih banyak uang. Sistem ini tidak hanya berlaku untuk para perekrut saja. Keterampilan yang perekrut bangun dan pertajam dari waktu ke waktu akan dengan mudah membawa perekrut ke bidang menguntungkan lainnya, seperti konsultasi dan penjualan.

Mitos # 3: Perekrut tidak terampil.
Sebagai seorang perekrut, perekrut jelas akan mengasah keterampilan penjualan perekrut. Tetapi perekrut juga akan memperoleh pengalaman sebagai konselor. Bahkan, menjadi seorang perekrut sangat mirip dengan seorang konsultan yang berfokus pada penjualan. Contohnya adalah saat perusahaan perekrut sedang membuka lowongan pekerjaan tertentu, sebagai perekrut, perekrut perlu menemukan kandidat sempurna yang memenuhi semua kualifikasi mereka. Agar efektif, perekrut harus terlebih dahulu melakukan banyak penelitian dan mengidentifikasi kandidat teratas. Dari sana, perekrut perlu meyakinkan orang-orang itu bahwa mereka harus mempertimbangkan untuk menerapkan peran yang dilamar. Setelah perekrut selesai melakukannya, perekrut perlu membantu memandu mereka selama proses wawancara.  
 
Melakukan hal ini dengan baik membutuhkan keterampilan tertentu. Inilah yang membuat para perekrut terbaik adalah juga komunikator yang hebat, berorientasi pada hal-hal rinci, berorientasi pada hasil, tangguh, analitis, dan penuh dengan motivasi. Namun untuk mencapai hal-hal ini, para perekrut membutuhkan waktu dan banyak hal dalam mempelajari seluk-beluk sebuah industri.

Mitos # 4: Perekrut tidak memiliki jenjang karier karier yang menjanjikan.
Mitos ini jelas-jelas salah. Mengapa? Karena keterampilan yang dibangun para perekrut, membuat mereka memiliki peluang kuat untuk pindah ke perusahaan yang lebih mapan.  Menurut ahli seseorang yang ahli dalam bidang perekrutan, promosi kenaikan jabatan di perusahaannya rata-rata hanya membutuhkan waktu enam bulan. Ada lebih dari satu cara untuk maju juga. Jika perekrut benar-benar memiliki memiliki keberuntungan, maka seorang perekrut mungkin tidak ingin mundur dari komisi besar yang akan perekrut dapatkan sebagai perekrut. Namun, itu tidak berarti perekrut akan menjadi terhenti di sebuah perusahaan. Semakin baik perekrut dan semakin banyak pelatihan yang perekrut miliki, semakin besar juga perekrut dapat pindah ke peran Perekrut senior atau manajer perekrutan. Itu berarti perekrut akan mengelola perekrut lainnya dalam menjalankan sistem dan mampu mengambil tugas besar. (Itu pun berarti perekrut akan mendapatkan peluang komisi yang lebih besar!
 
Jika perekrut tertarik dengan peran manajerial atau konsultasi yang lebih banyak, Perekrut dapat mengambil jalur yang berbeda. Misalnya sebagai manajer akun senior dan eksekutif yang masuk lebih dalam ke sisi memperhatikan bisnis, memberikan saran-saran kepada klien dan membantu mereka merancang dan mencapai tujuan rekrutmen mereka. Keterampilan ini merupakan keterampilan dalam mentransfer kemampuan yang dimiliki perekrut dengan baik ke berbagai industri dan akan membuat perekrut tetap dalam kategori perekrut yang memiliki keterampilan tinggi, dan juga mendapatkan bayaran yang jauh lebih baik.

Darimana keempat mitos tentang para perekrut tersebut datang?
Ada sejumlah alasan yang membuat mitos-mitos ini terus bertahan, termasuk pola pikir yang lama yang belum berkembang dan kurangnya penijauan langsung ke lapangan. Tetapi satu hal yang harus Anda ingat adalah, jika Anda ingin menggabungkan keahlian penjualan dan konsultasi untuk menghasilkan banyak uang, atau juga untuk meningkatkan kualitas aplikasi lamaran Anda, dan membangun karier nyata yang jelas, maka bidang perekrutan bisa menjadi bidang yang tepat bagi Anda.
Featured Career Advices
5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri