Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Menggunakan Gamifikasi Untuk Mencapai Tujuan

4 Cara Menggunakan Gamifikasi Untuk Mencapai Tujuan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Halo rekan pembaca Career Advice, apakah hidup Anda dipenuhi oleh hal-hal yang menantang dan penuh petualangan seperti dalam sebuah permainan video? Atau apakah hidup Anda terasa hambar bahkan basi? Semakin bertambahnya usia, kita akan semakin kehilangan rasa kagum dan keterbukaan seperti saat masih kanak-kanak. Ada banyak orang yang merasa puas dengan kenyataan yang dimiliki. Tetapi, seharusnya tidaklah seperti itu. Kita tidak boleh menerima kenyataan begitu saja dan mengikuti alur pertumbuhan yang lambat. Pertumbuhan seharusnya terjadi secara cepat.
 
Kita bisa menjadikan hidup kita menantang dan seru seperti sebuah permainan. Kita bisa mengejar rintangan yang lebih besar, mempelajari keterampilan baru, dan memiliki pengalaman yang mendebarkan. Nah, kali ini kita akan membahas 4 cara untuk menggunakan gamifikasi dalam mencapai tujuan. Cara ini akan membuat kita lebih cepat naik ke level yang lebih tinggi dan lebih tinggi. Kita juga akan terus berkembang menjadi seseorang yang lebih baik dan menikmati lebih banyak kehidupan.
 
1. Bersainglah dengan mereka yang berada di depan kita.
Persaingan haruslah dilakukan dengan orang yang memiliki struktur, konstitusi, dan kebiasaan yang hampir sama. Bersainglah dengan orang-orang yang sejenis dengan kita. Rasanya akan tidak masuk akal jika seorang pelukis harus bersaing dengan seorang pemanjat tebing. Pelukis haruslah bersaing dengan pelukis lainnya dan pemanjat tebing haruslah bersaing dengan pemanjat tebing lainnya. Persaingan harus terjadi diantara orang-orang yang memiliki tingkat keterampilan yang sama.
 
Pada dasarnya, ada dua hal yang kita dapatkan dari sebuah persaingan:
Jika kita bersaing dengan mereka yang berada dalam level yang sama dengan kita, kita akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan sedikit perbaikan. Rasanya pasti akan lebih menyenangkan untuk mengalahkan seseorang. Tetapi, seharusnya kita lebih menyukai untuk berinvestasi pada kegagalan. Ketika kita diperhadapkan dengan orang-orang yang berada dalam level yang lebih tinggi, kita akan mampu meningkatkan kemampuan lebih jauh. Ini memungkinkan kita untuk dengan cepat meniru, mencocokkan, dan melawan pesaing-pesaing yang unggul. Inilah yang membuat kita mengembangkan keterampilan dan menguasainya dengan cepat. Jadi, daripada harus bersaing dengan orang-orang dalam level yang sama, bersainglah dengan orang-orang yang kita inginkan. Inilah yang akan membuat kita sukses atau tidak. Orang-orang yang tidak sukses membuat keputusan berdasarkan keadaan saat ini sementara orang-orang sukses membuat keputusan berdasarkan keinginan mereka.
 
Orang terbaik hanya bersaing dengan dirinya sendiri. Setiap orang dalam perusahaan pastinya bersaing satu dengan yang lain. Seringkali kita jumpai istilah menusuk dari belakang, menjilat, mencari muka, dll, yang dilakukan untuk mencapai posisi tertentu di perusahaan. Mereka lebih fokus pada tujuan mereka sendiri daripada tujuan organisasi. Hanya ada sedikit organisasi yang mengembangkan budaya "kolaborasi" di dalam dan persaingan. Kolaborasi akan menghasilkan hasil yang jauh lebih besar daripada kompetisi. Pahamilah bahwa satu-satunya kompetisi yang harus dilakukan adalah bersaing dengan diri sendiri. 
 
2. Miliki mentor dan tantang diri sendiri.
Seorang mentor memiliki peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kita. Seorang mentor yang berkualitas akan memberi kita pengalaman dan tugas belajar berdasarkan pengalamannya. Seorang mentor juga dapat menantang kita untuk menyelesaikan suatu proyek dalam tenggat waktu tertentu. Seorang mentor juga akan mampu melihat kelemahan kita dan memberitahu hal yang tidak boleh dilakukan dalam proses mencapai tujuan.
 
Dalam sebuah tantangan, ada kendala yang disengaja. Kendala-kendala ini menciptakan kondisi yang memaksa kita mengikuti arus yang ada. Kendala utama adalah batas waktu. Kendala lain tergantung pada tujuan atau kebutuhan khusus kita. Seorang mentor akan mampu membantu kita untuk menghadapi kendala-kendala tersebut. 
 
Selain itu, sangatlah penting untuk menetapkan hanya satu tujuan dalam setiap tantangan. Ketika kita berfokus pada satu hal dan meningkatkan hal tersebut, bidang kehidupan yang lain juga akan meningkat secara alami. Kita juga dapat memberi diri tantangan untuk meningkatkan hal-hal yang kita inginkan. 
 
Misalnya, jika kita ingin menjadi orang tua yang lebih baik, kita bisa memberi diri kita tantangan untuk memberi anak-anak pujian setiap hari selama 30 hari. Periksalah kemajuan yang dibuat. Lihatlah tantangan apa yang kita hadapi dan laporkan kemajuan yang berhasil kita buat kepada orang lain.
 
3. Mengajari orang lain.
Ketika kita mengajar, kita sedang belajar. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap pelajar, siswa yang mengajarkan apa yang mereka pelajari kepada siswa yang lainnya, jauh lebih mudah untuk memahami materi, mengingatnya lebih akurat, dan menerapkannya dengan lebih efektif. Mengajar adalah cara terbaik untuk belajar. Terlebih lagi, kita sebenarnya bisa dibayar untuk mengajari orang lain.
 
Jika kita ingin belajar lebih cepat, segera ajari orang lain. Ini akan memaksa kita untuk mengubah dan menyesuaikan pembelajaran dengan konteks yang unik. Dengan demikian, pengetahuan kita akan menjadi lebih fleksibel dan menyeluruh. Ini juga akan menguntungkan karena kita dapat menghasilkan uang.
 
4. Melakukan perubahan besar dalam beberapa tahun.
Dalam video game, permainan akan sangat membosankan jika kita menyelesaikan setiap level dengan tingkatan yang sama. Kita membutuhkan sesuatu yang lebih menantang. Begitu juga dalam kehidupan nyata. Membuat perubahan besar adalah cara terbaik untuk menemukan kembali diri kita. Ini berarti secara sadar kita memutuskan perubahan apa yang harus dilakukan. 
 
Jika kita tidak melakukan perubahan besar sesekali, hidup kita akan menjadi statis dan biasa saja. Ini akan membuat kita berhenti tumbuh. Kita akan merasa terlalu nyaman. Buatlah perubahan besar yang membawa kita keluar dari zona nyaman. Perubahan memang mungkin akan sulit dilakukan. Tetapi inilah yang terus membuat kita berkembang.
 
Jika kita ingin terus naik dan naik, maka, lakukan perubahan saat kita mulai merasa nyaman. Ini adalah tentang bertumbuh dengan penuh kesadaran.  
 
Itulah 4 cara menggunakan gamifikasi dalam mencapai tujuan. Dengan menerapkan gamifikasi, kita dapat membuat pertumbuhan menjadi lebih menyenangkan. Tanpa tantangan, hidup kita akan terasa membosankan dan basi. Jadi, temukan tantang yang lebih besar. Ingatlah bahwa tantangan ini harus terikat waktu, membuat kita meningkatkan kelemahan yang kita miliki dan mengarah pada tujuan kita.
Featured Career Advice
Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

Entrepreneurship

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

Productivity

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

Marketing & Sales

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

Happiness

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

4 Jenis Customer Service dan Cara Memaksimalkannya

Customer Service

4 Jenis Customer Service dan Cara Memaksimalkannya

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan

Communication

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan