Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Mengalahkan Pesaing Bisnis

4 Cara Mengalahkan Pesaing Bisnis


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 21, 2019

Persaingan atau kompetisi ada dimana-mana. Di dalam setiap lingkup kehidupan kita, persaingan dengan sangat mudah dapat kita temukan. Persaingan bisnis juga masuk ke dalam kategori kompetisi yang sering kita hadapi, terutama bagi rekan-rekan Career Advice yang bekerja sebagai pebisnis, pengusaha, atau pemimpin dari sebuah perusahaan. 
 
Era digital telah berhasil membuat persaingan bisnis semakin ketat dari hari ke hari. Ketika perusahaan kita mengeluarkan suatu inovasi yang menarik perhatian para pelanggan baru, tidak lama kemudian perusahaan lain mulai mengeluarkan inovasi yang sama atau yang lebih canggih dari yang kita miliki. 
 
Dengan kata lain, kemajuan teknologi sangat membantu kita untuk menciptakan berbagai inovasi baru agar menjadi lebih unggul daripada para kompetitor lainnya. Seringkali situasi ini membuat resah para pebisnis, karena tentu saja tidak ada orang yang mau tersaingi. Apalagi jika bisnis atau usaha mereka menjadi ‘gulung tikar’ karena sudah tidak dapat bersaing lagi dengan pebisnis lainnya. 
 
Namun perlu untuk selalu kita ingat bahwa persaingan adalah hal yang wajar, dan hal ini pasti akan terjadi dimanapun kita berada. Untuk itu, kita perlu memiliki beberapa strategi ampuh untuk bisa mengalahkan pesaing bisnis kita lainnya dan tetap menjadi pilihan yang unggul bagi para konsumen kita. Berikut adalah 4 cara yang bisa kita terapkan dalam hal ini. Yuk, bersama-sama kita simak penjelasannya. 
 
1. Menonjolkan Kekuatan Kita dan Menutupi Segala Kelemahan.
Jangan pernah takut untuk bersaing, meskipun kita tahu bahwa pesaing kita memiliki produk atau layanan jasa yang berkualitas tinggi dengan harga yang lebih murah, yakinlah bahwa kita tetap bisa memenangkan persaingan bisnis ini. 
 
Layaknya seorang manusia yang memiliki kekurangan serta kelebihan. Setiap bisnis juga memiliki titik lemah yang bisa kita ambil, dan kita ungguli dengan produk dan layanan jasa yang kita tawarkan kepada pelanggan.  
 
Kita juga perlu memiliki bisnis yang unggul dalam hal pelayanan pelanggan. Biasanya, perusahaan-perusahaan yang unggul sering lupa untuk ‘menjaga’ pelanggan mereka. Mengapa? Karena mereka berpikir bahwa para pelanggan tidak akan pergi meninggalkan produk dan layanan jasa tersebut, hanya karena pelayanan pelanggan yang buruk. 
 
No! itu adalah pemikiran yang salah. Tidak peduli apakah produk dan layanan jasa kita sudah terkenal atau belum, kita harus selalu memperhatikan kualitas pelayanan pelanggan kita. Selain itu, agar kita mampu bersaing, kita perlu menonjolkan segala kekuatan bisnis yang dimiliki dan menutupi segala kekurangan bisnis dengan segala keunggulan yang kita miliki. 
 
Jadi, tugas kita adalah menemukan nilai-nilai berharga dari bisnis dan menutupi segala kekurangan bisnis dengan keunggulan-keunggulan yang kita miliki. Sebagai contoh, dikarenakan bisnis kami masih terbilang sangat kecil, kami hanya memiliki beberapa pegawai yang bisa mendistribusikan produk kepada pelanggan, namun kami memiliki sumber daya manusia yang sangat handal dalam melayani pelanggan melalui email, telepon dan media sosial. Meskipun kami kekurangan pegawai, namun para pelanggan sangat menyukai pelayanan bisnis kami. 
 
2. Mengatur Keuangan Bisnis dengan Baik. 
Usahakan agar bisnis kita tidak menganut prinsip “besar pasak daripada tiang”, yang artinya pengeluaran yang dikeluarkan lebih banyak daripada penghasilan yang kita dapatkan. Ketika menjalani bisnis, kita perlu mengalokasikan dana dengan sebaik mungkin, sehingga setiap produk yang dihasilkan dan layanan jasa yang diciptakan benar-benar efisien. Tidak ada limbah yang berlebih dari produk-produk yang tidak habis terjual. 
 
Apakah ini bisa mengalahkan pesaing bisnis kita? Tentu saja, ya. Pengalokasian dana yang tepat dapat kita gunakan untuk pembuatan produk atau layanan jasa lainnya yang lebih efektif dan diminati oleh para pelanggan. Dana yang tersisa juga bisa digunakan untuk pengiklanan, agar persentase penjualan semakin meningkat. 
 
Tidak hanya itu, mengatur keuangan bisnis juga bisa memaksimalkan nilai bisnis kita, sehingga pemborosan dapat kita minimalisir. Agar langkah ini menjadi berhasil, kita juga perlu mengontak para pelanggan kita secara intens. Misalnya, meminta umpan balik dari pelanggan terkait produk atau layanan jasa kita. Dengan menghubungi mereka secara intens, kita bisa memahami alasan mengapa para pelanggan lebih memilih produk atau layanan jasa kita, dibandingkan produk dan jasa yang ditawarkan oleh para kompetitor. 
 
Cari tahu bagaimana kita harus meningkatkan kualitas agar lebih unggul dari produk pesaing, fitur tambahan apa yang diperlukan, dan hal-hal apa saja yang kurang menarik dari produk dan layanan jasa kita. 
 
3. Mengejar Klien Besar yang Potensial. 
Meskipun bisnis kita belum terlalu besar dan sukses, jangan minder untuk mengejar para klien yang lebih besar dan potensial. Siapa tahu karena keunggulan bisnis yang kita miliki, benar-benar membuat mereka tertarik untuk bekerjasama. 
 
Mengapa kita harus mengejar klien yang lebih besar dan potensial? Karena biasanya klien yang besar sering memberikan banyak proyek dan bisa meningkatkan pendapatan bisnis kita secara besar-besaran. Bukan hanya itu, kita juga bisa ikutan jadi populer loh. 
 
Seringkali bisnis kecil yang bekerjasama dengan klien-klien besar akan mudah dikenal oleh masyarakat. Ini akan memudahkan kita untuk mendapatkan para pelanggan baru. Dan, tentunya menjadi nilai tambah yang mungkin tidak dimiliki oleh para pesaing bisnis kita. 

4. Mengetahui Angka-angka Penting bagi Bisnis Kita. 
Sayangnya, masih banyak pengusaha yang tidak tahu tentang angka-angka kritis yang dapat menghancurkan bisnis mereka. Nah, berikut ini adalah beberapa angka penting yang harus kita ketahui sebagai pebisnis atau pengusaha, terutama bagi kita yang baru saja membangun startup. 
- ACV (Average Customer Value) atau yang biasa kita kenal sebagai “Nilai Pelanggan Rata-Rata”. Nilai ini berfokus pada seberapa banyak uang yang telah dihabiskan para pelanggan secara rata-rata dengan produk atau layanan jasa kita selama periode waktu tertentu.
- CPA (Cost per Acquisition) atau “Biaya per Akuisisi”, yang mana ini adalah biaya yang kita keluarkan setiap kali mendapatkan klien baru.
- ROI (Return on Investment), ini adalah laba atas investasi yang dialokasikan pada kampanye pemasaran.
- Break even atau seri, yaitu volume penjualan yang kita perlukan untuk menutupi biaya penjualan.
 
Perlu diingat bahwa setiap perusahaan akan memiliki angka yang berbeda-beda, namun keempat indikator di atas akan memberikan angka-angka penting yang perlu diketahui ketika kita menjalankan sebuah bisnis. Apabila kita sudah mengetahui angka-angka kritis di atas, maka kita bisa mengetahui celah yang pasti untuk bisa mengungguli para pesaing bisnis. 
 
Nah, setelah membaca 4 cara mengalahkan para pesaing bisnis di atas, apakah rekan pembaca sudah siap untuk mengungguli bisnis para kompetitor? Jika ya, yuk kita mulai dari sekarang. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis