Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Menenangkan Diri dan Kembali Produktif

4 Cara Menenangkan Diri dan Kembali Produktif


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 29, 2019

Pikiran yang jernih adalah pikiran yang bebas dari tekanan. Ada banyak hal yang dapat mengacaukan pikiran dan membuat kita cemas bahkan stres. Misalnya, kita melakukan kesalahan saat sedang melakukan presentasi, atau bahkan hal memalukan lainnya. 
 
Seketika, pikiran kita akan buyar dan kacau. Kita tidak bisa fokus untuk melanjutkan pekerjaan lainnya. Kita merasa bahwa segalanya kacau dan buruk. Tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. Ini bisa dikatakan kita menjadi tidak produktif dan tidak bahagia.
 
Untuk itu, sangatlah penting jika kita menemukan cara yang tepat untuk menenangkan diri. Melewatkan hari-hari yang berat dapat membawa kita pada tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Jika kita tidak mengatasinya, kita berada dalam bahaya.
 
Bagaimanakah kita dapat menenangkan diri dan kembali produktif setelah melewati hari yang berat? Berikut adalah 4 cara menenangkan diri agar kita dapat kembali produktif.
 
1. Mempraktikkan mindfulness dalam perjalanan pulang.
Mindfulness adalah suatu sikap dimana kita memiliki kesadaran penuh akan keadaan diri saat ini. Kita tidak memikirkan tentang masa lalu ataupun masa depan. Kita hanya berfokus pada apa yang sedang dijalani saat ini dan mencoba melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di waktu mendatang.
 
Transportasi apa yang rekan pembaca gunakan untuk pergi ke kantor? Jika kita menggunakan bus, cobalah menemukan tempat duduk yang paling nyaman untuk diri kita. Rasakan kehadiran diri kita secara penuh. Perhatikan sekeliling kita dan amati dengan baik.
 
Jika menggunakan kereta, cobalah untuk mendengarkan setiap suara yang didengar. Perhatikan kapan kita mendengar orang lain berbicara, kapan saat orang-orang diam dan tidak berbicara. Lalu, temukan tempat yang tenang yang membuat kita terhindar dari percakapan, suara kencang anak-anak atau bahkan alunan musik. 
 
Bagaimana dengan suara kereta dan suara pemberitahuan yang disampaikan? Kita tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, yang penting kita berada di tempat yang bisa membuat kita merasa paling nyaman. Ini dapat membuat pikiran kita lebih rileks. 
 
Jika membawa mobil sendiri, masuklah ke dalam mobil dengan berhati-hati dan tarik napas dalam-dalam. Rasakan kehadiran diri kita. Lalu rasakan tangan kita yang berada diatas stir, posisi duduk yang menempel di kursi dan kaki yang berada di pedal. Lalu, mengemudilah dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Perhatikan kaca depan dan kaca spion serta dengarkan suara-suara yang kita dengar.
 
Latihan mindfulness dalam perjalanan ini dapat membuat diri lebih tenang dan membantu kita mengembalikan fokus. Lupakan hal apapun yang terjadi di kantor yang membuat kita merasa tertekan atau cemas. Fokuslah pada diri sendiri dan biarkan pikiran kita beristirahat.
 
2. Membaca buku yang disukai.
Kita bekerja seharian di kantor dan menatap layar komputer juga layar ponsel terus-menerus. Kita tidak memiliki waktu untuk beristirahat dari teknologi.
 
Kita lebih tergoda untuk memeriksa Facebook, Instagram atau media sosial daripada membaca buku. Padahal, ketika kita membaca, apalagi jika kita membaca sebuah cerita yang menarik, kita dapat mengeluarkan pikiran yang membuat kita stres. Dengan begitu, kita akan merasa lebih baik dan bisa ‘move on’ dari hal buruk tersebut.
 
Jadi, jika rekan pembaca mengalami stres dan melewati hari yang berat di kantor, cobalah untuk membaca di rumah. Temukan ruangan yang tenang dan bebas gangguan. Jika tidak memungkinkan, datanglah ke sebuah perpustakaan dan membacalah disana. Membaca di sebuah taman juga dapat menjadi alternatif yang baik bagi kita. 
 
3. Mematikan ponsel.
Kita mungkin akan sulit melakukan ini. Kita sangat terhubung secara emosional dengan ponsel kita. Tetapi, cara ini dapat membuat kita merasa lebih tenang. Mematikan dan meninggalkan ponsel di tempat yang membuat kita malas untuk menjangkaunya.  
 
Ketika kita mematikan dan menjauhkan diri kita dari ponsel, kita dapat mengisi ulang tenaga dan membuat kondisi mental kita menjadi lebih baik. Dengan begitu, kita akan mampu untuk bergerak maju dan kembali produktif keesokan harinya. 

4. Mengubah pola pikir. 
Ketika kita mengalami hal buruk, kita cenderung berpikir bahwa hal itu akan terjadi selamanya. Kita berpikir bahwa kesalahan yang kita buat akan bertahan selamanya. Satu hal yang harus kita pahami disini adalah, tidak ada satu hal pun yang abadi. Rasa sakit atau penderitaan yang kita alami pasti akan berlalu. Jadi, ketika kita melakukan kesalahan atau mengalami kejadian yang buruk, percayalah bahwa itu bukanlah akhir dari segalanya.
 
Ketika kita mengalami hari yang buruk, kita merasa bingung dan terjebak dalam rasa takut. Ini mungkin bukan pertama kalinya kita dihadapkan dengan tantangan. Kita pasti mampu untuk melewatinya. Tanamkanlah pada pikiran kita bahwa hari esok adalah hari yang baru.  
 
Kita harus mampu melatih pikiran untuk memiliki pola pikir yang lebih positif dan lebih jernih, dibandingkan harus fokus pada masalah dan mengeluhkannya. Lihatlah permasalahan tersebut sebagai suatu kesempatan untuk kita memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan.
 
Pikiran berada dalam kendali kita. Jadi, jangan sampai kita membiarkan pikiran buruk merasuki dan membunuh kita. Ubahlah pola pikir dan berfokuslah pada hal-hal yang baik yang jauh membuat kita lebih bahagia.
 
Itulah 4 cara menenangkan diri. Kecemasan dan stres hanya akan menurunkan tingkat fokus dan produktivitas kita. Ini tentu akan merugikan kita.
 
Oleh karena itu, jika rekan pembaca mengalami hari berat yang menekan, jangan sampai kita berlarut dalam perasaan tersebut ya. Cobalah 4 cara menenangkan diri ini agar kita merasa lebih tenang dan lebih baik. Dengan begitu, kita dapat kembali fokus dan menghasilkan produktivitas yang tinggi. Tetap semangat ya, rekan pembaca Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan