STUDILMU Career Advice - 3 Tips Persuasif yang Membuat Anda Disukai

3 Tips Persuasif yang Membuat Anda Disukai


by Studilmu Editor
Posted on Dec 24, 2018

 
Menjadi persuasif dapat memiliki konotasi yang sangat negatif. Anda mungkin langsung berpikir tentang penjual mobil bekas yang selalu Anda lihat di film, menggembar-gemborkan janji yang lebih besar dari yang sebenarnya (baca: kebohongan) dan mengatakan atau melakukan segala hal untuk membuat orang lain membeli produk yang Anda jual.
 
Mengetahui cara untuk meyakinkan orang lain tentang sesuatu itu penting, baik saat Anda mencoba menjual produk atau menyampaikan ide di pekerjaan Anda, mempromosikan diri Anda dalam sebuah wawancara, atau sekadar berdebat ramah dengan teman-teman. Berita yang baik namun mengejutkan adalah orang-orang yang melakukannya dengan baik tidak akan terlihat hina. Sebaliknya, jika mereka dapat melakukannya dengan baik, maka mereka membuat Anda merasa nyaman dengan kepercayaan diri mereka, mereka mendengarkan dengan baik, dan mereka membimbing Anda ke arah yang positif.
 
Mendapatkan kata "ya" dari orang lain tanpa perlu mengatakan bahwa Anda mampu melakukan hal besar merupakan keterampilan yang berharga dalam segala pekerjaan. Berikut adalah tips yang dapat Anda terapkan agar Anda menjadi seorang yang persuasif namun tidak terlihat hina.
 
1. Kuasai Hal yang Anda bicarakan
Ketika Anda sedang membujuk seseorang, sering kali Anda tidak benar-benar setuju dengan ide Anda sendiri. Jika Anda tidak sepenuhnya meyakinkan diri dengan yang Anda jual, orang yang Anda ajak bicara akan merasa mereka tidak sedang diarahkan untuk membeli ide Anda. Sebelum Anda menjualnya kepada orang lain, Anda harus merasa nyaman dengan diri Anda sendiri dan setiap hal yang Anda lakukan untuk meyakinkan mereka.
 
Jadi, langkah pertama adalah mendidik diri sendiri dan memastikan Anda merasa sangat percaya diri dengan setiap hal yang Anda bicarakan. Anda mungkin bertanya pada diri sendiri (atau orang lain) beberapa pertanyaan sulit. Jika Anda mempresentasikan proposal untuk proyek baru, cobalah mencari ide-ide cemerlang sebelum Anda tampil di depan orang lain. Jika Anda menjual produk tetapi sangat tidak yakin cara menggunakan salah satu fitur, minta salah satu rekan Anda untuk memberi Anda demo.
 
Apa pun itu, luangkan waktu sebelumnya untuk merasa seperti Anda benar-benar memiliki pengetahuan yang mendalam tentang segala hal yang akan Anda diskusikan.

2. Berlatih Menjadi Pendengar
Bersikap persuasif bukanlah tentang Anda, namun tentang para pendengar Anda. Dengan mendengarkan, Anda membangun kepercayaan dan pemahaman, dan membuat orang lain lebih terbuka untuk mendengarkan yang Anda katakan. Agar menjadi persuasif, Anda perlu meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan. Anda perlu memahami: Apa yang akan ditanyakan orang ini kepada saya?”.
 
Mendengarkan bukan berarti menjadi pasif. Itu bukan berarti Anda tetap diam melainkan Anda harus membina dialog, mencerminkan bahasa tubuh, dan menjaga sorotan dari diri sendiri. Anda dapat mengulangi setiap pernyataan pelanggan Anda sebagai pertanyaan. Meskipun awalnya mungkin terdengar berulang-ulang untuk Anda, ini merupakan cara yang sebenarnya sangat produktif. Sebagai penjual, Anda mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan motivasi utama mereka. Anda harus memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memberikan solusi yang berharga.
 
Ini adalah pendekatan yang baik untuk dicoba setiap kali Anda ingin membujuk para pendengar, baik itu manajer perekrutan dalam wawancara atau teman Anda pada saat menghabiskan waktu bersama. 
 
3. Berikan Solusi
Setelah Anda benar-benar memahami kebutuhan seseorang, bagikanlah ide Anda untuk mendukung kebutuhan mereka.
 
Misalnya, dalam wawancara kerja, Anda dapat mengidentifikasi tantangan terbesar tim dan membingkai diri Anda sebagai orang yang memenuhi syarat untuk membuat masalah itu hilang. Atau jika Anda seorang penjual mobil, Anda memiliki calon pembeli yang merupakan seorang ayah yang sedang ingin membeli mobil untuk putrinya. Itu berbicara semata-mata tentang keselamatan karena itulah motivasi sang ayah melakukan pembelian. Anda perlu untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keperluan calon pembeli dan bagikan ide yang dapat membantu mereka mendapatkan solusi yang tepat. 
 
Perhatikan bahwa tidak satupun, langkah-langkah diatas yang merupakan janji-janji palsu. Mereka semua adalah cara yang jujur untuk menjelaskan ide Anda kepada orang yang Anda ajak bicara. Dari sana, Anda memberi seseorang kesempatan untuk menyelesaikan masalah mereka dengan tepat dan cepat.
 
Dengan memproyeksikan keyakinan, berlatih mendengarkan reflektif, dan memecahkan masalah, Anda sebenarnya sedang membangun hubungan yang berarti. Daripada meyakinkan orang melalui kekuatan Anda, lebih baik Anda berempati dengan kebutuhan seseorang dan menawarkan saran berdasarkan keahlian Anda. Ini adalah proses kerjasama yang bermanfaat bagi semua orang dan tentunya tidak membuat Anda terlihat hina.

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

20 Cara Baru untuk Memberi Hadiah kepada Karyawan

Rapat Kerja yang Efektif

Aplikasi Sosial Media dan Pengaruhnya

Memberikan Umpan Balik Konstruktif

Sikap Positif Menunjang Kesuksesan Anda

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

4 Strategi Meraih Keseimbangan Hidup Bagi Pengusaha

Tetap Semangat Mencapai Impian

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Menghadiri Wawancara Kerja

Menjadi Selangkah Lebih Maju

Pemimpin, Hentikan Perilaku Ini

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri sebelum Wawancara Kerja

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif

Cara Mengendalikan Diri

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z