Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 3 Tanda Lingkungan Kerja yang Buruk dan Cara Menghadapinya

3 Tanda Lingkungan Kerja yang Buruk dan Cara Menghadapinya


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 11, 2019

 
Lingkungan kerja yang aman dan nyaman adalah salah satu faktor yang dapat membuat kita merasa bahagia dalam bekerja. Eits, jangan salah. Kebanyakan orang akan memberikan jawaban yang serupa saat ditanya “apa sih alasan kamu masih bertahan di tempat kerja yang sekarang?” rata-rata mereka akan menjawab “karena tempat kerja gw enak, teman-temannya asik dan baik-baik” atau “karena lingkungan kerja saya sekarang sangat mendukung untuk pengembangan diri saya di masa depan”. 
 
Ini menarik! Artinya lingkungan kerja yang baik merupakan salah satu faktor penting agar seorang karyawan dapat loyal dengan perusahaan, memberikan kinerja yang baik, meningkatkan gairah dan tingkat produktivitas, serta hal-hal positif lainnya. Namun, bagaimana jika ternyata lingkungan kerja kita sekarang sangat buruk atau dapat dikatakan beracun (toxic)? 
 
Pada artikel kali ini, kita akan mencoba untuk mengenali tanda-tanda yang ada pada lingkungan kerja yang buruk. Tujuannya, agar rekan-rekan Career Advice tahu bagaimana menghadapi lingkungan kerja yang seperti itu secara efektif. Berikut adalah tanda-tanda lingkungan kerja yang buruk serta langkah-langkah yang perlu diterapkan untuk mendapatkan lingkungan kerja yang lebih baik dan sehat, demi masa depan yang cerah untuk karier kita kedepannya. 
 
Tanda-tanda Lingkungan Kerja yang Buruk
1. Kesulitan dalam Berkomunikasi  
Yap! ini merupakan tanda yang paling utama dari yang lainnya. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan menghasilkan kerja yang lebih efektif dan tertata rapi. Sebaliknya, jika komunikasi tidak berjalan dengan sehat, maka akan muncul banyak kesalahpahaman dan ketidakaturan dalam sebuah organisasi. Coba rekan-rekan Career Advice bayangkan, pasangan suami-istri saja jika tidak memiliki komunikasi yang baik, maka akan muncul banyak masalah dalam rumah tangganya. 
 
Apalagi sebuah organisasi yang terdiri lebih dari lima anggota di dalamnya, bahkan sampai beratus-ratus orang. 
Seringkali para karyawan mengeluh karena email yang mereka CC kepada orang tertentu jarang dibalas, orang tersebut cenderung membalas email lain dengan lebih cepat, mereka sangat selektif dan membiarkan kolega lainnya bingung dalam kegelapan dari email yang tidak pernah dibalas. Menyebalkan, bukan?
 
Contoh lainnya, rekan kerja yang buruk akan selalu berusaha membuat kita bungkam seribu Bahasa. Tujuannya, agar kita tidak memberikan ide apapun, sehingga mereka akan lebih diperhatikan oleh bos dan rekan kerja lainnya. Apabila rekan-rekan Career Advice terus merasa kesulitan dalam berkomunikasi dan tidak segera mencari jalan keluarnya, maka rekan pembaca akan terus berkubang di lingkungan kerja yang buruk seperti itu. 
 
2. Bukan Rekan Pembaca yang Mendapatkan Penghargaan, namun Orang lain!
Serius, ini akan menjadi hal yang sangat menjengkelkan apabila rekan pembaca sudah bekerja dengan sangat keras dan tekun, selalu aktif dalam memberikan ide-ide cemerlang demi kemajuan perusahaan. Namun kenyataannya, orang lain lah yang diakui atas ide-ide yang Anda berikan. Bisa dibayangkan bagaimana menyebalkannya situasi tersebut? 
 
Ini adalah tindakan yang keluar dari norma-norma kerja. Bahkan, seorang musisi yang karya lagunya diambil orang lain saja bisa memberikan tindak pidana loh ke mereka. Ya, kita memang bukan musisi, namun ide adalah hasil pikiran unik yang tidak dimiliki oleh semua orang. Jadi, saat kita ingin memberikan apresiasi atas ide yang hebat, kita perlu memberikannya kepada orang yang tepat. Rekan kerja yang berani mengambil pujian atas jerih payah yang rekan pembaca lakukan, ini akan mengancam karier Anda kedepannya. 
 
Solusinya, kita harus mempelajari cara yang strategis untuk menumbangkan upaya rekan-rekan kerja yang ingin mengambil kredit dari kerja keras yang kita lakukan. Ini adalah bagian yang paling penting untuk menaklukkan lingkungan kerja kita yang buruk. Selain itu, kita perlu belajar agar apresiasi yang diberikan terarah tepat untuk pekerjaan yang kita selesaikan, bukan yang orang lain tidak kerjakan sama sekali. Dengan begitu, kita akan merasa lebih nyaman dengan lingkungan kerja kita sekarang. Setidaknya, tidak ada yang berani mengacaukan prestasi yang seharusnya diberikan kepada kita. 

3. Kompensasi Tidak Diberikan Secara Adil
Ini merupakan tanda ketiga yang mengindikasikan bahwa lingkungan kerja yang ada sekarang mungkin buruk, atau sangat tidak baik. Contohnya, rekan pembaca sudah bekerja selama dua tahun lebih. Bukan hanya itu, rekan pembaca sangat bekerja dengan keras dan memberikan kinerja yang baik untuk perusahaan. Namun, selama dua tahun itu tidak ada kenaikan gaji sama sekali. Bagaimana menurut rekan-rekan Career Advice akan hal ini? 
 
Mungkin ada banyak perusahaan yang tetap berdiri kokoh dengan membayar para karyawannya dengan gaji yang relatif kecil. Seakan usaha dan kerja keras yang mereka berikan tidak dihargai dengan baik. Namun, apakah pembaca Career Advice tetap ingin bertahan dalam hal ini? 
 
Penting untuk rekan-rekan memahami bahwa kita yang merasakan hal ini tidak dapat duduk diam begitu saja. Apalagi membiarkan kesenjangan gaji berdasarkan gender atau hal-hal lainnya.  Apabila kesenjangan terjadi karena perbedaan waktu pengalaman kerja, ini wajar. Namun, mereka yang sudah bekerja dengan keras dan tidak diberikan kompensasi secara adil, maka ini merupakan kondisi yang cukup gawat. Kita akan lebih sulit dalam mengejar kemajuan karier di masa depan, apabila kita tetap bertahan di lingkungan kerja yang seperti ini. 
 
Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang Buruk 
Pelajari Cara Bernegosiasi
Baik, sekarang rekan-rekan Career Advice sudah tahu tanda-tanda apa saja yang ada di dalam lingkungan kerja yang buruk. Cara pertama untuk mengembalikkan lingkungan kerja yang buruk ke lingkungan kerja yang lebih baik adalah mempelajari cara bernegosiasi. 
 
Kita perlu menemukan cara yang baik untuk dapat berdiskusi atau bahkan berdebat dengan atasan, jika kita akan mendapatkan keputusan yang sangat berarti dari mereka. Komunikasi yang baik adalah langkah utama agar kita dapat bernegosiasi dengan baik. Nah, kembali lagi kepada poin pertama dari tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak baik. 
 
Disana dijelaskan bahwa kita akan kesulitan dalam berkomunikasi, jadi kita perlu mencari cara untuk dapat berkomunikasi dengan baik terlebih dahulu, baru bisa melanjutkan langkah selanjutnya, yaitu bernegosiasi. 
 
Dalam bernegosiasi, kita perlu menetapkan apa yang kita inginkan dari pihak lain. Kita juga perlu selalu ingat bahwa semua orang memiliki hak istimewa yang tidak dapat diambil atau dihancurkan oleh orang lain. Jadi, apabila kita sudah mencoba untuk bernegosiasi dan atasan atau rekan-rekan kerja kita malah mencemooh atau tidak menghargai kita, mungkin ini saatnya rekan pembaca harus meninggalkan lingkungan kerja yang buruk seperti itu. 
 
Menjadi Pelopor untuk Perubahan
Apabila rekan pembaca sudah benar-benar suka dengan lingkungan kerja yang sekarang, meskipun lingkungan kerja Anda membawa pengaruh yang buruk dan suasana yang toxic, namun rekan pembaca berkeinginan untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Tidak masalah, malahan ini ide yang sangat bagus. 
 
Dalam hal ini, rekan pembaca bisa menjadi seorang pelopor perubahan yang membawa ‘angin segar’ untuk lingkungan kerja yang ‘hampa udara’. Daripada menghindari rekan kerja yang menyebalkan, mungkin Anda bisa menerima segala sikap mereka dengan lapang dada dan menanamkan sifat ceria di tempat kerja Anda. Mulailah mengubah lingkungan kerja yang buruk dengan memiliki hubungan kerja yang baik dengan rekan-rekan kerja kita, jika hubungan dengan mereka semakin membaik, maka peluang kita untuk mengubah lingkungan kerja akan jauh lebih mudah. Mengapa? Karena kita bekerja secara kolektif, bukan pribadi. 
 
Yap, itulah tiga tanda utama yang perlu kita perhatikan, apakah lingkungan kerja kita buruk atau baik-baik saja. Apabila satu atau semua tanda-tanda yang ada masuk ke dalam kriteria lingkungan kerja Anda, maka dua langkah tersebut bisa diterapkan untuk mengembalikkan situasi yang lebih baik pada tempat kerja kita. Selamat mencoba dan tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Meningkatkan Harga Diri

5 Cara Meningkatkan Harga Diri

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal