Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 3 Cara Menghadapi Masalah: Ketidakpuasan Kerja

3 Cara Menghadapi Masalah: Ketidakpuasan Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Halo rekan pembaca, untuk menemukan peran kerja yang terbaik, kita harus menjelajahi beberapa peran pekerjaan. Kita mengirim surat lamaran dan mendapatkan kabar untuk menghadiri sesi wawancara. Kita mendatangi wawancara pertama yang bisa saja berjalan dengan baik satu minggu kemuduian kita mendapatkan kabar bahwa kita diterima.
 
Di hari pertama kerja, kita ingin membuat kesan terbaik. Semuanya berjalan lancar tetapi mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan. Lalu kita berkata pada diri sendiri bahwa esok mungkin akan lebih baik. Lalu kita kembali datang pada hari kedua, namun semuanya tetap sama. Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya.
 
Lalu, kita mulai memiliki keraguan. Kita bertanya pada diri sendiri, ‘Haruskah saya melanjutkan pekerjaan ini?’ ‘Apakah ini pekerjaan yang tepat untuk saya?’ ‘Dapatkah saya memberi dampak yang berarti?’ Kita memiliki keraguan yang mendalam. Ada satu permasalahan yang muncul dalam hal ini, ketidakpuasan kerja.
 
Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi masalah ketidakpuasan kerja ini? berikut adalah 8 cara mengatasi masalah ketidakpuasan kerja yang dapat menjadi panduan bagi rekan pembaca, terutama jika Anda sedang memiliki keraguan akan peran Anda saat ini.
 
1. Berhenti mengeluh, kerjakan saja.
Cara mengatasi masalah ketidakpuasan kerja yang pertama adalah berhenti mengeluh dan kerjakan saja pekerjaan kita. Kita boleh saja merasa itu adalah pilihan yang tidak tepat. Tetapi, ketika kita menghabiskan seluruh waktu untuk mengeluh betapa kita tidak menyukai sesuatu, kita hanya mengeluarkan energi. Padahal energi tersebut dapat  kita gunakan untuk menghargai hal-hal baik dalam pekerjaan kita.
 
Tentu saja, tidak semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan kita mengandung hal-hal yang buruk. Lagi pula, kita pasti memiliki alasan awal tertarik pada pekerjaan itu. Catat semua pro dan kontra. Kita mungkin akan terkejut ketika menemukan beberapa hal yang disukai dari pekerjaan itu. Mungkin ada cukup banyak hal yang dapat  membuat kita tetap terlibat dan produktif setidaknya untuk sedikit lebih lama, atau mungkin saja pekerjaan itu dapat menjadi jalur karier yang tepat bagi kita.
 
2. Lakukan suatu hal.
Cara mengatasi masalah ketidakpuasan kerja yang kedua adalah melakukan apapun yang dapat meningkatkan pekerjaan atau menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Setiap orang memiliki pendekatan yang berbeda untuk meningkatkan pekerjaan maupun lingkungan kerja. Nah, berikut adalah beberapa golongan dan tips untuk mengatasi permasalahan bagi tiap-tiap golongan. Jika Anda adalah orang yang:
 
- Extraversion, Anda cenderung bersemangat dengan lingkungan kerja yang dapat berinteraksi dengan orang lain. Jika Anda memiliki kesempatan untuk membicarakan hal-hal dengan orang lain, Anda akan merasa lelah pada akhir hari. Cobalah menjadi sukarelawan dalam beberapa proyek yang akan memungkinkan Anda lebih banyak interaksi dengan rekan kerja. Bergabung atau bentuk kelompok yang menawarkan peluang untuk mendiskusikan ide.
 
- Introversion, Anda lebih menikmati lingkungan kerja yang menyediakan ruang pribadi dan waktu refleksi. Jika Anda harus terus-menerus berbicara dengan orang lain sepanjang hari, Anda akan merasa lelah dan bahkan sedikit kesal. Jika pekerjaan Anda mengharuskan Anda berinteraksi dengan orang lain lebih dari yang diinginkan, cobalah bangun sedikit lebih awal di pagi hari untuk mendapatkan waktu yang Anda butuhkan untuk memproses hari yang akan datang. Gunakan istirahat makan siang untuk jalan-jalan atau berkendara sendirian. Jika Anda membutuhkan lebih banyak waktu refleksi, mintalah. Rekan kerja dan atasan Anda mungkin saja mengabulkannya.
 
- Sensing, Anda ingin mendapatkan informasi secara berurutan, langkah demi langkah, terutama ketika memulai pekerjaan baru. Jika Anda tidak mendapatkan informasi yang berurutan, Anda akan merasa bahwa terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Luangkan waktu untuk meminta pakar materi menjelaskan informasi spesifik yang Anda butuhkan. Lakukan penelitian untuk menemukan jawaban yang dibutuhkan. Jika tidak ada pedoman atau manual, jadilah sukarelawan untuk menyusunnya. Berhati-hatilah untuk tidak mengambil tanggung jawab orang lain. Mereka akan berpikir bahwa Anda memandang rendah proses yang telah mereka lakukan.
 
- Intuisi, Anda lebih ingin informasi yang berorientasi pada gambar besar, daripada mendapatkan banyak detail. Jika Anda tidak mendapatkan informasi seperti ini, Anda mungkin merasa tidak punya tujuan umum untuk memulai sesuatu. Saat semua detail itu datang kepada Anda dalam satu waktu, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Ini dapat membantu Anda untuk memulai pekerjaan.
 
- Thinking, Anda lebih suka berpikir mengatasi logika objektif yang berfokus pada tugas ketika membuat keputusan dalam pekerjaan Anda. Jika budaya tempat kerja Anda menganggap pendekatan ini terlalu impersonal, Anda akan merasa teralihkan dari tugas-tugas paling penting. fokuskan diri pada hasil logis sambil mempertimbangkan bahwa Anda membutuhkan orang lain untuk mewujudkan sesuatu. Anda mungkin ingin mengatur jadwal untuk mengingatkan diri sendiri.
 
- Feeling, Anda mungkin perlu fokus pada masalah orang-orang yang berpusat pada nilai saat membuat keputusan dalam pekerjaan baru Anda. Jika lingkungan kerja tidak menghargai dampak sebuah keputusan, Anda mungkin merasa telah memilih tempat kerja yang tidak menghargai hal yang sangat penting. Ingatlah untuk tetap setia pada nilai-nilai Anda. dan yang terpenting bahwa itu adalah pekerjaan yang menuntut Anda untuk menghasilkan sesuatu.
 
- Judgement, Anda mungkin perlu menyusun rencana dan jadwal yang juga disepakati dan dihormati oleh orang lain. Jika lingkungan kerja baru Anda tidak memungkinkan untuk ini, Anda mungkin akan merasa cemas dan khawatir bahwa proyek tidak akan selesai tepat waktu. Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar harus menyelesaikannya lebih awal, atau bisakah itu menunggu sebentar?" Pada saat yang sama, tunjukkan juga bukti yang jelas bahwa rencana yang Anda miliki merupakan rencana yang realistis dan akan menghasilkan hasil terbaik.
 
- Assumption, Anda mungkin perlu fleksibilitas untuk membuat opsi tetap terbuka ketika mengatur tugas kerja. Jika lingkungan kerja Anda tidak memungkinkan untuk ini, Anda mungkin mulai merasa terkurung dan tertekan untuk membuat keputusan yang belum siap Anda buat. Jika Anda dapat membuktikan bahwa pendekatan Anda masih dapat menghasilkan pekerjaan luar biasa yang selalu tepat waktu, mereka yang berada di lingkungan kerja mungkin akan lebih bersedia menerimanya. Namun, sebagian besar organisasi menjalankan prinsip penilaian, jadi Anda mungkin perlu berpikir tentang melenturkan lebih banyak dari yang mungkin Anda sukai. Hadiahi diri Anda untuk melenturkan diri dengan memastikan agar waktu henti Anda lebih terbuka.
 
3. Tinggalkan.
Cara mengatasi masalah ketidakpuasan kerja yang kedua adalah tinggalkan pekerjaan tersebut. Temukan pekerjaan yang benar-benar Anda sukai dan juga lingkungan yang menghormati Anda karena menjadi diri Anda sendiri. Banyak orang memiliki lingkungan kerja yang tidak menghargai kontribusi mereka. Ini dapat menyebabkan keterlibatan yang lebih rendah, kinerja yang buruk, dan bahkan harga diri yang rendah. Kita semua menghabiskan begitu banyak waktu di pekerjaan. Lalu, mengapa tidak menemukan tempat yang menghargai kontribusi kita sebagaimana mestinya?
 
Itulah 3 cara mengatasi masalah ketidakpuasan kerja. Saya harap artikel ini dapat memberikan rekan pembaca beberapa ide untuk dipertimbangkan jika Anda mempertanyakan apakah pekerjaan Anda saat ini benar-benar cocok atau tidak. Semoga rekan pembaca mendapatkan yang terbaik dalam perjalanan Anda untuk menemukan lingkungan kerja yang tepat, yang menghormati dan menghargai setiap pekerjaan yang Anda lakukan.
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z