Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 3 Alasan Resume yang Mengagumkan, Namun Masih Gagal

3 Alasan Resume yang Mengagumkan, Namun Masih Gagal


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 03, 2019

 
Ketika kita terpilih ke dalam kualifikasi dan resume yang kita miliki sangatlah mengagumkan. Setiap poin di resume sangat baik dan terstruktur rapi. 
 
Lalu, apa yang menjadi masalah? Baik, mari kita lakukan sapuan cepat dari resume brilian yang kita miliki dan pastikan tidak ada poin apapun yang dapat menyebabkan para perekrut berkata “tidak” pada lamaran pekerjaan kita. 
 
1. Memasukkan Judul Pengalaman Kerja yang Mungkin Tidak dimengerti oleh Para Perekrut 
Beberapa organisasi menyebut pekerjaan mereka sebagai hal yang sangat aneh atau benar-benar tidak relevan. Dan beberapa perusahaan lain berusaha menggunakan judul yang orisinal. Mungkin hal ini akan baik-baik saja, jika kita tidak akan meninggalkan perusahaan yang sebelumnya. Namun, jika kita berpindah ke perusahaan lain dan para perekrut tidak terbiasa mendengar judul pekerjaan kita dari perusahaan sebelumnya maka, para perekrut akan bingung meskipun resume kita sangat mengagumkan. Sekali lagi, tujuan kita di sini adalah untuk tampil menjadi apa yang mereka cari, bukan malah membuat mereka bingung. 
 
Yang Harus Dilakukan
Jika kita memiliki judul pengalaman kerja yang memiliki potensi membuat bingung para perekrut, pertimbangkan untuk meletakkan dua judul saja yaitu, judul yang sebenarnya dan yang lebih akurat untuk mencerminkan apa pekerjaan yang akan disebut di dunia luar. Ini akan memungkinkan para perekrut untuk lebih mudah memahami peranan kita di kantor sebelumnya.
 
2. Jarak Waktu Tanpa Penjelasan 
Tidak peduli betapa luar biasanya riwayat pekerjaan yang kita miliki, jika kita memiliki jarak waktu yang membuat para perekrut atau manajer curiga dan bertanya-tanya tentang kegiatan apa yang dihabiskan selama jarak waktu tersebut, maka sebaiknya pertimbangkan kembali untuk menjelaskannya secara singkat dan tepat di resume, daripada berharap tidak ada yang akan memperhatikan atau peduli dengan jarak waktu tersebut.
 
Yang Harus Dilakukan
Semisalnya, Anda pindah dengan pasangan ke negara lain, dan kemudian tidak menemukan pekerjaan baru selama 10 bulan. Pertimbangkan untuk menambahkan pernyataan yang tepat di awal resume yang bertuliskan sesuatu seperti ini: "Saya mengikuti relokasi keluarga ke Austin. Lalu, menerima peran layanan klien di pabrik makanan terkemuka ini."
 
Atau, mungkin Anda telah menjadi orang tua yang tinggal di rumah selama beberapa tahun dan baru saja mencoba masuk kerja kembali. Mungkin ada beberapa hal yang Anda lakukan selama waktu Anda tidak menjadi tenaga kerja penuh waktu yang secara teknis dapat didefinisikan sebagai "pekerjaan."
 
Jika kita telah mengambil pekerjaan atau program kerja paruh waktu, kita dapat mencantumkan ini dalam riwayat pekerjaan. Tidak masalah jika itu bukan posisi berbayar atau jika kita hanya bekerja selama beberapa jam dalam seminggu. Jika itu adalah usaha yang patut diapresiasi atau proyek yang akan membantu perekrut melihat  bakat yang kita miliki, tambahkan pengalaman tersebut ke daftar riwayat pekerjaan atau resume.
 
Jika secara kebetulan, kita diberhentikan dari pekerjaan sebelumnya dan butuh waktu untuk mendapatkan pekerjaan baru, kita dapat memulai dengan deskripsi pekerjaan seperti ini: “Setelah kebangkrutan Perusahaan XYZ, saya menerima peluang untuk mengelola akun nasional dari produsen furniture global ini”. 
 
Pernyataan serta strategi seperti ini dengan cepat akan menghilangkan tanda tanya dari para perekrut tentang jarak waktu yang dimiliki, dan kita akan dengan mudah beralih ke pencapaian yang telah dilakukan. 
 
3. Lokasi yang Tidak Masuk Akal
Semisalnya, Anda tinggal di Jakarta dan benar-benar sangat ingin tinggal di London atau Amsterdam. Jadi, Anda mulai dengan melamar pekerjaan di kedua kota tersebut. Tetapi, alamat yang dicantumkan di riwayat hidup bertempat di Jakarta, yang mungkin membingungkan atau membuat para perekrut takut untuk menerima lamaran kerja Anda, adalah:
 
“Mengapa seseorang dari Jakarta, Indonesia melamar pekerjaan kami?” Mereka mungkin berpikir, “Apakah dia mengharapkan kami membayar biaya relokasi?” “Apakah dia kenal seseorang di sini?” “Bagaimana jika dia tidak menyukai pekerjaan ini lalu memutuskan untuk berhenti?”
 
Ini adalah hal-hal yang terpikirkan oleh para perekrut ketika ada calon pekerja yang berasal dari lokasi yang jauh, bahkan sangat jauh dan melamar pekerjaan mereka tanpa penjelasan apapun tentang “mengapa?”
 
Meskipun demikian, tidak peduli betapa hebatnya pengalaman yang kita miliki, jika perusahaan ini khawatir tentang mempekerjakan calon dari lokasi lain, kita mungkin akan sulit mendapatkan pekerjaan ini.
 
Yang Harus Dilakukan
Kita dapat memperjelas dari awal mengapa kita menargetkan peran di lokasi ini (atau, lebih baik lagi, jika kita memang sedang dalam proses relokasi ke lokasi tersebut). Kita dapat melakukannya dengan benar dalam surat lamaran, atau kita dapat membuat alamat lokal ketika mendekati tanggal pindah, sehingga kita dapat meletakkannya di resume dan membuatnya lebih jelas bahwa kita adalah kandidat dengan ikatan lokal.
 
Selalu ingat hal ini: aplikasi pekerjaan yang baik adalah aplikasi yang jelas dan tidak membingungkan para perekrut serta bagaimana posisi yang kita lamar ini memang masuk akal dengan bakat, pengalaman serta lokasi kita yang terjangkau. 
 
Semakin relevan antara apa yang mereka cari dan apa yang kita miliki, maka akan semakin besar peluang kita untuk diwawancara.
 
Setelah kita mendapatkan undangan untuk wawancara, kita akan memiliki kesempatan untuk mempesona para perekrut dengan lamaran pekerjaan kita.
 
Jadi, tunggu apalagi? Mari pastikan diri kita mendapatkan kesempatan itu!
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis