Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 2 Cara Ketika Pewawancara Tidak Berhenti Berbicara

2 Cara Ketika Pewawancara Tidak Berhenti Berbicara


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Beberapa bulan yang lalu, saya merasa sangat senang karena saya mendapat email bahwa salah satu perusahaan terkemuka yang saya dambakan selama ini, menginginkan saya untuk memiliki sesi wawancara melalui telepon dengan mereka. Bisakah Anda bayangkan bagaimana perasaan saya? Saya merasa sangat senang dan tidak sabar untuk menunjukkan bahwa saya adalah kandidat yang selama ini mereka cari, dan benar-benar cocok untuk posisi yang saya lamar.
 
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, wawancara melalui telepon berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Namun, saya merasa sangat sedih karena saya tidak bisa berkata banyak saat telepon wawancara berlangsung. Saya tidak mengerti, perekrut seperti merasa sangat tertarik untuk berbicara banyak hal kepada saya. Beliau tidak berhenti berbicara tentang jabatan, perusahaan serta tim-tim yang ada di dalam perusahaan tersebut. Perekrut juga berbicara banyak tentang bagaimana dia sangat tertarik dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya. Ya, tentunya untuk sebagian orang hal itu sangat luar biasa bukan? Anda dipuji-puji oleh pewawancara tanpa harus mengobral diri Anda dengan kata-kata yang panjang dan mungkin membosankan. Namun, tidak bagi saya karena saya merasa gagal untuk membuat perekrut tertarik dengan jawaban-jawaban saya saat sesi wawancara berlangsung. 
 
Nah, jika nanti Anda harus berhadapan dengan pewawancara yang tidak berhenti berbicara baik melalui telepon, video atau sesi wawancara secara langsung, saya menyarankan Anda untuk mengikuti langkah-langkah di bawah ini, untuk memastikan Anda dapat mengatakan hal yang ingin Anda sampaikan kepada pewawancara. 
 
1. Jangan Langsung Melompat ke Kesimpulan
Banyak pewawancara yang memulai sesi wawancara dengan berbicara banyak tentang perusahaan dan posisi. Mereka ingin memberi Anda informasi sebanyak mungkin sebelum Anda mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan. Jadi, jika Anda merasa tahap awal wawancara sedikit bertele-tele, biarkan saja dan ikuti saja alur wawancara tersebut.  Itu mungkin normal, dan Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berbicara sedikit.
 
Lalu, jika sesi wawancara mulai melewati titik tengah (sekitar 15 menit pertama), dan Anda belum memberikan kesan-kesan yang mendalam tentang diri Anda kepada pewawancara, maka itulah saatnya Anda beraksi untuk menunjukkan pewawancara, bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. 
 
2. Ubah Posisi Duduk Anda
Mungkin ini terdengar sedikit lucu, tapi menggunakan bahasa tubuh dinyatakan efektif untuk memberi pesan kepada lawan bicara Anda, apakah Anda merasa nyaman berbicara dengan orang tersebut atau tidak, dan sebagainya. Dalam hal ini, saya menyarankan Anda untuk mengubah posisi duduk Anda dan itu kan mengirim pesan secara halus kepada lawan bicara (pewawancara) bahwa Anda dan dia telah berbicara hal yang sama dan bertele-tele dalam waktu yang lama. 
 
Pewawancara juga akan merasa sadar bahwa “Oh ya, ini saatnya kandidat saya untuk menjelaskan segala hal tentang dirinya”. 
 
Ketika Anda siap untuk memulai percakapan, bergeser sedikit ke tempat duduk Anda (ubah posisi duduk Anda), lepaskan dan satukan kembali kaki Anda, tersenyum dengan tenang, dan menghadap ke depan pewawancara untuk memberi isyarat halus bahwa Anda siap untuk berbicara.
 
Sayangnya, trik ini mungkin tidak dapat berhasil dalam wawancara telepon, namun Anda dapat mencoba trik serupa yaitu, mencoba untuk sedikit batuk dan dengan cepat mengatakan "Maaf" Ya, trik ini dapat memiliki efek yang serupa dengan mengubah posisi duduk Anda.
 
Lalu, jika kiat-kiat di atas tetap tidak berfungsi, apa yang harus Anda lakukan?
 
Jika kehalusan dari kiat-kiat di atas tetap tidak berfungsi dalam waktu 20 menit, inilah saatnya Anda menyusun strategi baru.
Anda harus memilih 2-3 poin yang paling terpenting dari latar belakang pengalaman kerja Anda yang sangat ingin disampaikan. 
 
Sebagai contoh, “Apakah Anda pernah memimpin dan mengatur tim Anda dengan jarak jauh?” atau “Memimpin tim Anda yang sedang mengalami krisis dan dapat menghadapinya bersama-sama sampai semua keadaan menjadi stabil kembali?”
 
Buatlah catatan singkat tentang hal yang benar-benar harus Anda sampaikan sebelum sesi wawancara selesai, dan cari peluang apapun yang memungkinkan Anda untuk menjadi “peran utama” setelah pewawancara banyak berbicara kepada Anda. Setelah Anda mendapatkan kesempatan untuk berbicara, maka jangan lupakan hal-hal di bawah ini:
 
- Menjelaskan Jawaban Anda Lebih Panjang
Ketika pewawancara berhenti sejenak untuk mengajukan pertanyaan, cobalah untuk memperpanjang jawaban Anda selama mungkin. Ya! Anda tidak tahu kapan Anda akan mendapatkan kesempatan ini lagi, bukan? Tapi Anda juga harus ingat untuk berbicara hal-hal yang penting dan tentunya berhubungan dengan Anda. Jawab seperti yang awalnya pewawancara tanyakan, dan perpanjang jawaban Anda jika itu dapat membantu dalam menyampaikan pesan Anda.
 
Sebagai contoh, jika pewawancara bertanya jumlah orang yang pernah Anda bimbing, jangan hanya sebutkan jumlah anggota yang Anda bimbing, Anda juga dapat menjelaskan bagaimana gaya manajemen Anda secara rinci, proses perekrutan yang telah Anda terapkan, atau detail lainnya yang masih berhubungan dengan pertanyaan tersebut. 
 
- Berfokus pada Tindak Lanjut
Di akhir wawancara, jika Anda tidak mendapat kesempatan untuk membagikan apa yang Anda pikir perlu, minta beberapa menit tambahan waktu atau kesempatan lain untuk menindaklanjuti detail tambahan tentang latar belakang pengalaman Anda setelah wawancara selesai. Jika Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk berbicara banyak, Anda mungkin dapat berkata: 
“Apakah Anda memiliki beberapa menit tambahan sekarang, atau dapatkah saya menindaklanjuti dengan email yang menguraikan strategi yang telah berhasil saya kerjakan di perusahaan-perusahaan sebelumnya?”
 
Dengan melakukan ini, Anda bisa mendapatkan lebih banyak waktu atau kesempatan kedua untuk memamerkan keahlian Anda kepada perekrut atau pewawancara, dan itu adalah keuntungan besar dibandingkan para kandidat lainnya.
 
Berurusan dengan pewawancara yang tidak berhenti berbicara memang dapat membuat Anda frustasi, tetapi jangan biarkan pikiran itu mengganggu Anda. Bersikap baik, tenang, sering tersenyum, dan lakukan semua yang Anda bisa untuk menyampaikan pesan Anda. 
 
Jadi, jika Anda belum pernah menghadapi tipe pewawancara yang seperti ini, mungkin artikel ini dapat menjadi panduan Anda nantinya, dan jika Anda sudah pernah mengalaminya, maka Anda dapat menghindari hal yang serupa pada sesi wawancara selanjutnya. 
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z