Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 2 Cara Ketika Pewawancara Tidak Berhenti Berbicara

2 Cara Ketika Pewawancara Tidak Berhenti Berbicara


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Dec 02, 2018

 
Beberapa bulan yang lalu, saya merasa sangat senang karena saya mendapat email bahwa salah satu perusahaan terkemuka yang saya dambakan selama ini, menginginkan saya untuk memiliki sesi wawancara melalui telepon dengan mereka. Bisakah Anda bayangkan bagaimana perasaan saya? Saya merasa sangat senang dan tidak sabar untuk menunjukkan bahwa saya adalah kandidat yang selama ini mereka cari, dan benar-benar cocok untuk posisi yang saya lamar.
 
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, wawancara melalui telepon berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Namun, saya merasa sangat sedih karena saya tidak bisa berkata banyak saat telepon wawancara berlangsung. Saya tidak mengerti, perekrut seperti merasa sangat tertarik untuk berbicara banyak hal kepada saya. Beliau tidak berhenti berbicara tentang jabatan, perusahaan serta tim-tim yang ada di dalam perusahaan tersebut. Perekrut juga berbicara banyak tentang bagaimana dia sangat tertarik dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya. Ya, tentunya untuk sebagian orang hal itu sangat luar biasa bukan? Anda dipuji-puji oleh pewawancara tanpa harus mengobral diri Anda dengan kata-kata yang panjang dan mungkin membosankan. Namun, tidak bagi saya karena saya merasa gagal untuk membuat perekrut tertarik dengan jawaban-jawaban saya saat sesi wawancara berlangsung. 
 
Nah, jika nanti Anda harus berhadapan dengan pewawancara yang tidak berhenti berbicara baik melalui telepon, video atau sesi wawancara secara langsung, saya menyarankan Anda untuk mengikuti langkah-langkah di bawah ini, untuk memastikan Anda dapat mengatakan hal yang ingin Anda sampaikan kepada pewawancara. 
 
1. Jangan Langsung Melompat ke Kesimpulan
Banyak pewawancara yang memulai sesi wawancara dengan berbicara banyak tentang perusahaan dan posisi. Mereka ingin memberi Anda informasi sebanyak mungkin sebelum Anda mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan. Jadi, jika Anda merasa tahap awal wawancara sedikit bertele-tele, biarkan saja dan ikuti saja alur wawancara tersebut.  Itu mungkin normal, dan Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berbicara sedikit.
Lalu, jika sesi wawancara mulai melewati titik tengah (sekitar 15 menit pertama), dan Anda belum memberikan kesan-kesan yang mendalam tentang diri Anda kepada pewawancara, maka itulah saatnya Anda beraksi untuk menunjukkan pewawancara, bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. 
 
2. Ubah Posisi Duduk Anda
Mungkin ini terdengar sedikit lucu, tapi menggunakan bahasa tubuh dinyatakan efektif untuk memberi pesan kepada lawan bicara Anda, apakah Anda merasa nyaman berbicara dengan orang tersebut atau tidak, dan sebagainya. Dalam hal ini, saya menyarankan Anda untuk mengubah posisi duduk Anda dan itu kan mengirim pesan secara halus kepada lawan bicara (pewawancara) bahwa Anda dan dia telah berbicara hal yang sama dan bertele-tele dalam waktu yang lama. 
 
Pewawancara juga akan merasa sadar bahwa “Oh ya, ini saatnya kandidat saya untuk menjelaskan segala hal tentang dirinya”. 
 
Ketika Anda siap untuk memulai percakapan, bergeser sedikit ke tempat duduk Anda (ubah posisi duduk Anda), lepaskan dan satukan kembali kaki Anda, tersenyum dengan tenang, dan menghadap ke depan pewawancara untuk memberi isyarat halus bahwa Anda siap untuk berbicara.
 
Sayangnya, trik ini mungkin tidak dapat berhasil dalam wawancara telepon, namun Anda dapat mencoba trik serupa yaitu, mencoba untuk sedikit batuk dan dengan cepat mengatakan "Maaf" Ya, trik ini dapat memiliki efek yang serupa dengan mengubah posisi duduk Anda.
 
Lalu, jika kiat-kiat di atas tetap tidak berfungsi, apa yang harus Anda lakukan?
 
Jika kehalusan dari kiat-kiat di atas tetap tidak berfungsi dalam waktu 20 menit, inilah saatnya Anda menyusun strategi baru.
Anda harus memilih 2-3 poin yang paling terpenting dari latar belakang pengalaman kerja Anda yang sangat ingin disampaikan. 
 
Sebagai contoh, “Apakah Anda pernah memimpin dan mengatur tim Anda dengan jarak jauh?” atau “Memimpin tim Anda yang sedang mengalami krisis dan dapat menghadapinya bersama-sama sampai semua keadaan menjadi stabil kembali?”
 
Buatlah catatan singkat tentang hal yang benar-benar harus Anda sampaikan sebelum sesi wawancara selesai, dan cari peluang apapun yang memungkinkan Anda untuk menjadi “peran utama” setelah pewawancara banyak berbicara kepada Anda. Setelah Anda mendapatkan kesempatan untuk berbicara, maka jangan lupakan hal-hal di bawah ini:
 
- Menjelaskan Jawaban Anda Lebih Panjang
Ketika pewawancara berhenti sejenak untuk mengajukan pertanyaan, cobalah untuk memperpanjang jawaban Anda selama mungkin. Ya! Anda tidak tahu kapan Anda akan mendapatkan kesempatan ini lagi, bukan? Tapi Anda juga harus ingat untuk berbicara hal-hal yang penting dan tentunya berhubungan dengan Anda. Jawab seperti yang awalnya pewawancara tanyakan, dan perpanjang jawaban Anda jika itu dapat membantu dalam menyampaikan pesan Anda.
 
Sebagai contoh, jika pewawancara bertanya jumlah orang yang pernah Anda bimbing, jangan hanya sebutkan jumlah anggota yang Anda bimbing, Anda juga dapat menjelaskan bagaimana gaya manajemen Anda secara rinci, proses perekrutan yang telah Anda terapkan, atau detail lainnya yang masih berhubungan dengan pertanyaan tersebut. 
 
- Berfokus pada Tindak Lanjut
Di akhir wawancara, jika Anda tidak mendapat kesempatan untuk membagikan apa yang Anda pikir perlu, minta beberapa menit tambahan waktu atau kesempatan lain untuk menindaklanjuti detail tambahan tentang latar belakang pengalaman Anda setelah wawancara selesai. Jika Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk berbicara banyak, Anda mungkin dapat berkata: 
“Apakah Anda memiliki beberapa menit tambahan sekarang, atau dapatkah saya menindaklanjuti dengan email yang menguraikan strategi yang telah berhasil saya kerjakan di perusahaan-perusahaan sebelumnya?”
 
Dengan melakukan ini, Anda bisa mendapatkan lebih banyak waktu atau kesempatan kedua untuk memamerkan keahlian Anda kepada perekrut atau pewawancara, dan itu adalah keuntungan besar dibandingkan para kandidat lainnya.
 
Berurusan dengan pewawancara yang tidak berhenti berbicara memang dapat membuat Anda frustasi, tetapi jangan biarkan pikiran itu mengganggu Anda. Bersikap baik, tenang, sering tersenyum, dan lakukan semua yang Anda bisa untuk menyampaikan pesan Anda. 
 
Jadi, jika Anda belum pernah menghadapi tipe pewawancara yang seperti ini, mungkin artikel ini dapat menjadi panduan Anda nantinya, dan jika Anda sudah pernah mengalaminya, maka Anda dapat menghindari hal yang serupa pada sesi wawancara selanjutnya. 
Featured Career Advices
Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal