Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 15 Cara Agar Berhasil Melewati Wawancara Kerja

15 Cara Agar Berhasil Melewati Wawancara Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 14, 2019

 
Halo pembaca Career Advice, bagaimana kondisi karier Anda sekarang? Apakah rekan pembaca sedang berusaha mencari pekerjaan baru? Atau, mungkin pembaca sedang mempersiapkan wawancara kerja untuk pekerjaan pertama Anda? 
 
Tidak dapat dipungkiri bahwa sesi wawancara adalah hal yang cukup menakutkan bagi sebagian orang. Namun, rekan-rekan Career Advice tidak perlu khawatir karena di bawah ini ada 15 cara agar berhasil melewati wawancara kerja. Penasaran? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini. 

1. Cantumkan Daftar Keberhasilan Di Luar Tugas Utama Kita
Dalam wawancara, kita seringkali menceritakan kepada perekrut tentang tugas-tugas utama kita di perusahaan sebelumnya. Namun, ternyata ada cara yang lebih baik dari hal ini. Untuk membuat kita berbeda dengan kandidat yang lainnya, kenapa kita tidak coba untuk menceritakan semua pencapaian yang kita lakukan di luar tugas utama kita? Itu keren kan! Perekrut akan lihat kehebatan kita, bahwa kita bukan hanya dapat menyelesaikan tugas utama yang diberikan, namun lebih dari itu. 
 
2. Pelajari Latar Belakang Perusahaan
Ini yang sering terlewatkan oleh para anak muda yang melamar pekerjaan. Kesalahan besar yang umum dilakukan adalah tidak mencari tahu latar belakang perusahaan atau organisasi tersebut. Coba deh bayangkan, bagaimana kita mau bekerja di sebuah perusahaan, jika kita saja tidak tahu perusahaan tersebut bergerak di bidang apa? Apa visi misi perusahaan? Produk atau jasa apa yang mereka jual? Dan lain sebagainya. 
 
3. Jangan Ulangi Isi Surat Lamaran 
Jangan membuat perekrut bosan dengan jawaban yang kita berikan. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan tidak mengulangi segala pernyataan yang kita tulis di dalam surat lamaran. Sebelum wawancara dimulai, para perekrut akan membaca konten surat lamaran Anda terlebih dahulu. Jadi, jangan sampai kesempatan emas di sesi wawancara malah kita gunakan untuk mengulangi hal yang sama. 
 
4. Prediksi Pertanyaan Spesifik dari Industri Kita
Setiap bidang industri pasti memiliki pertanyaan spesifik yang berbeda-beda. Nah, rekan pembaca harus tahu bidang industri apa yang kita selami, sehingga kita dapat memprediksi pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan saat sesi wawancara berlangsung. 

5. Ingat Perusahaan dan Kapan kita Bekerja di Tempat Sebelumnya 
Secara tidak langsung, penting bagi kita untuk mengingat kapan kita mulai bekerja di perusahaan A dan kapan kita mulai bekerja di perusahaan B. 
 
Jangan sampai saat perekrut bertanya tentang perusahaan kita sebelumnya, kita malah bingung dan kagok menjawabnya. Ini dapat membuat perekrut menjadi bingung, apakah kita benar-benar pernah bekerja di perusahaan tersebut atau tidak. 
 
6. Perhatikan Rekam Jejak Digital 
Jangan merasa tenang jika kita sudah berhasil dipanggil ke sesi wawancara, karena ini belum berarti kita berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut. Kemajuan teknologi sangat memudahkan para perekrut untuk mengetahui informasi lebih dalam tentang kita di dunia maya. Dengan menggunakan internet, mereka bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak tentang aktivitas sosial kita secara online. 

7. Ketahui Lebih Lanjut Tentang Posisi yang Dilamar
Dikarenakan mencari pekerjaan di zaman sekarang semakin sulit, tidak sedikit dari kita yang main asal lamar pekerjaan tanpa berpikir lebih jauh tentang posisi yang kita lamar. Intinya, kita harus mengetahui lebih dalam tentang posisi kerja yang kita lamar. Beberapa pertanyaan mungkin bisa diajukan kepada diri sendiri seperti, “Apakah saya akan melakukan tugas yang sama dengan posisi kerja sebelumnya?”, “Apakah jabatan ini merefleksikan tanggung jawab yang akan saya pegang? Dan, lain sebagainya. 
 
8. Ketahui Lebih Lanjut Alamat Lokasi Wawancara
Hindari datang terlambat atau nyasar ke lokasi lain yang bukan alamat lokasi wawancara kita. Usahakan untuk datang 30 menit sebelum waktu wawancara dimulai, karena datang terlambat dapat membuat pikiran kita menjadi kacau dan tidak fokus dengan sesi wawancara. Ini juga dapat mengurangi peristiwa yang tidak terduga yang mungkin saja bisa terjadi dan menjadi penghalang kita datang wawancara dengan tepat waktu. 

Pakaian juga merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan wawancara kerja. Siapkan pakaian terbaik kita sebelum datang ke sesi wawancara. Pastikan pakaian yang kita pilih, wangi, bersih, rapi dan profesional. Berikan kesan terbaik dari pakaian yang kita kenakan. 
 
10. Cetak Surat Lamaran Lebih Banyak 
Bersiaplah untuk menghadapi segala ketidakpastian yang bisa saja terjadi. Kami menyarankan pembaca Career Advice untuk mencetak surat lamaran dua atau tiga lembar, karena mencetak satu lembar surat lamaran sangat berisiko tinggi. Kita tidak ada yang tahu jika tiba-tiba surat lamaran kita terkena air, kotor atau mungkin sobek. 
 
11. Konfirmasi Ulang dengan Referensi Kita
Saat rekan pembaca mendapatkan undangan wawancara, coba konfirmasi ulang kepada orang-orang yang menjadi referensi Anda, sebagai pengingat yang halus bahwa Anda telah dipanggil untuk memenuhi sesi wawancara di perusahaan tersebut. Ini untuk menghindari lupa bahwa mereka pernah menjadi bagian dari referensi surat lamaran Anda.
 
12. Berlatih Menjawab Pertanyaan Wawancara 
Practice makes perfect. Yap, ini memang benar adanya. Agar rekan pembaca tidak tegang dan kaku saat menjawab pertanyaan wawancara nanti, cobalah untuk latihan menjawab pertanyaan wawancara dengan orang lain. Bisa dengan rekan kerja, sahabat, atau keluarga kita. Jika jawabannya masih kaku dan ragu, ulangi terus sampai lancar ya. 

13. Siapkan Beberapa Pertanyaan untuk Pewawancara 
Tidak hanya berlatih menjawab pertanyaan wawancara, tetapi akankah lebih baik jika kita juga menyiapkan beberapa pertanyaan terkait dengan posisi kerja, budaya perusahaan, atau harapan karyawan yang mereka inginkan. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait, ini akan mengindikasikan bahwa kita benar-benar serius ingin bekerja dengan perusahaan tersebut. 

14. Siapkan Beberapa Anekdot Tentang Pertanyaan dengan Metode STAR
Dalam sesi wawancara, perekrut mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang perilaku kita. Namun, mengantisipasinya saja tidak akan cukup. Kita harus memiliki anekdot yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan seperti ini. Nah, metode STAR di bawah ini bisa membantu: 
S adalah situasi: “Apa latar belakang dari situasi tersebut?”
T adalah task atau tugas: “Apa tugas yang bisa kita lakukan untuk mengurangi masalah?”
A adalah action atau aksi: “Apa yang dapat kita lakukan dalam situasi tersebut?”
R adalah result atau hasil: “Apa hasil dari tindakan yang kita lakukan?”
Dengan teknik ini, kita dapat memberikan jawaban yang lebih mendalam dengan pengalaman yang faktual.

15. Cari Tahu Kelemahan Kita
Perekrut akan bertanya “Apa kelemahan yang kita miliki?” ini pertanyaan yang sederhana, namun cukup sulit untuk dijawab. Jadi, agar kita tidak bingung dan menghindari jawaban yang tidak tepat, maka ada baiknya untuk mempersiapkannya di awal. Jawab pertanyaan tersebut dengan jujur, sehingga perekrut dapat menghargai kejujuran kita dan kita akan dipandang sebagai pelamar yang bertanggung jawab.
 
Yap, itu dia 15 cara agar berhasil melewati wawancara kerja. Oh ya, ada satu tambahan penting dari 15 cara di atas yaitu, miliki istirahat yang cukup sehari sebelum kita datang ke sesi wawancara. Dengan memiliki istirahat yang cukup, kita akan menjadi lebih fokus dan tenang saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh perekrut. 
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang